Menkomdigi: Digitalisasi Bansos Diperluas Secara Nasional Oktober 2026

  • 12 Sep 2026 07:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafi menyatakan masyarakat antusias menyambut digitalisasi bantuan sosial melalui portal digital.
  • Digitalisasi bansos telah melewati tahap piloting di sejumlah daerah sebelum dilanjutkan ke tahap implementasi yang lebih luas.
  • Pemerintah menyiapkan perluasan layanan digitalisasi bansos hingga mencakup seluruh wilayah secara nasional untuk menjangkau semua lapisan masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan masyarakat antusias menyambut digitalisasi bantuan sosial (bansos). Karena itu, pemerintah terus menggencarkan implementasi bansos melalui akses portal digital.

Digitalisasi bansos saat ini telah melalui tahap piloting di sejumlah daerah. Pemerintah menyiapkan perluasan layanan hingga mencakup seluruh wilayah secara nasional.

Dalam perluasan layanan tersebut, Kemkomdigi menyiapkan stress test dan load test sebelum pelaksanaan rollout nasional pada Oktober 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan digitalisasi bansos mampu menjangkau seluruh daerah di Indonesia.

"Masyarakat sangat antusias, ini ditunggu-tunggu. Dan karena itu, kita akan lakukan roll out nasional, tidak hanya lagi di 215 kabupaten," kata Meutya dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Jumat, 11 September 2026.

Lebih lanjut, Meutya menjelaskan persiapan stress test dan load test dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kendala. Salah satunya terkait kapasitas dan keamanan sistem digitalisasi bansos.

Uji coba tersebut akan dilakukan bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Selain mengukur kapasitas layanan, uji coba bertujuan memastikan keamanan sistem dan perlindungan data masyarakat.

Menkomdigi menegaskan optimalisasi sistem diperlukan agar pelaksanaan digitalisasi portal bansos berjalan andal. Ia meyakini portal bansos mampu melayani akses secara bersamaan dari sekitar 50 juta masyarakat.

"Pelayanan harus andal. Karena itu kita tahu ini menyangkut tadi kurang lebih angkanya 50 juta masyarakat, yang kemungkinan secara bersamaan akan mengakses portal ini," ujar Menkomdigi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....