Baleg DPR RI Minta Target Prolegnas Tetap Sejalan dengan Kualitas
- 12 Sep 2026 10:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Baleg DPR Jazuli Juwaini memperingatkan bahwa mengejar target kuantitas RUU tidak boleh mengorbankan kualitas produk hukum dalam penyusunan Prolegnas.
- Aturan yang disusun secara tergesa-gesa berisiko tinggi digugat atau diajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi, sehingga efektivitasnya menjadi terganggu.
- Dari total 202 judul RUU yang disepakati dalam Prolegnas 2025-2029, sebanyak 95 RUU masih dalam proses penyelesaian di berbagai tahapan legislasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Jazuli Juwaini meminta target kuantitas penyusunan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tidak mengorbankan kualitas produk hukum. Ia menilai aturan yang disusun tergesa-gesa sangat rentan digugat atau diajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Hal tersebut disampaikan Jazuli merespons tingginya beban penyelesaian rancangan undang-undang dari publik. Dalam Prolegnas 2025-2029, sebanyak 95 RUU masih berproses dalam berbagai tahapan dari total 202 judul yang disepakati.
“Kadang-kadang kita dikejar oleh waktu, pengen buru-buru, itu bagus. Tetapi juga tetap tidak boleh mengabaikan tentang kualitas daripada undang-undang itu,” ujarnya di Banten, Jumat, 11 September 2026.
Jazuli menyoroti tren pembatalan pasal setelah undang-undang disahkan akibat penyusunan yang kurang matang. Ia menyebut pengajuan judicial review ke MK merupakan hak konstitusional setiap warga negara.
“Tetapi kan kalau setiap undang-undang selesai (tapi malah) di-JR (di MK). Dan seterusnya ini dalam waktu yang sama harus menjadi bahan evaluasi dan introspeksi bagi kita di Badan Legislasi,” kata Jazuli.
Menurut Jazuli, pengajuan JR terhadap undang-undang setelah disahkan perlu menjadi bahan evaluasi dan introspeksi bagi Baleg. Ia mengingatkan agar proses penyusunan undang-undang tetap memperhatikan kualitas.
Di sisi lain, Jazuli mengapresiasi ritme kerja Baleg DPR RI periode saat ini yang dinilainya selektif dan serius. Ia menyebut pembahasan di Baleg berlangsung dengan intensitas tinggi serta melibatkan banyak pakar dan elemen masyarakat.
“Artinya selektif, kemudian juga serius sampai rapat itu tiap hari. Saya di Komisi II itu agak tergeser waktunya karena di Baleg itu maraton,” ucap Jazuli.
Jazuli menekankan setiap undang-undang yang dihasilkan harus memberikan efek langsung bagi kesejahteraan rakyat. Manfaat tersebut mencakup kemudahan akses lapangan kerja hingga harga kebutuhan pokok yang terjangkau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....