KSOP Banten dan Tim SAR Gabungan Cari Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

  • 09 Sep 2026 16:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KSOP Kelas I Banten bersama tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda
  • Pencarian menggunakan Kapal KN. SAR 247 Tetuka dengan penyisiran berdasarkan lokasi komunikasi terakhir serta kondisi perairan
  • Rombongan terakhir diketahui berada sekitar Gunung Anak Krakatau pada pukul 18.13 WIB setelah bertolak dari Dermaga Carita

RRI.CO.ID, Serang - KSOP Kelas I Banten bersama tim SAR gabungan mencari lima jurnalis hilang kontak di Selat Sunda, Rabu, 9 September 2026. Kelima jurnalis tersebut dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kepala KSOP Kelas I Banten Raden Yogie Nugraha mengatakan pihaknya mengerahkan personel menggunakan Kapal KN. SAR 247 Tetuka. Personel melakukan penyisiran sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur rombongan berdasarkan lokasi komunikasi terakhir.

Penyisiran mempertimbangkan kondisi arus, gelombang, dan cuaca di perairan Selat Sunda selama operasi pencarian berlangsung. Koordinasi antarinstansi juga terus dilakukan, termasuk bersama Stasiun Radio Pantai atau SROP melalui VTS Merak.

“Kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian. Harapan kami, kelima rekan jurnalis beserta rombongan dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya di Serang, Banten, 9 September 2026.

Kelima jurnalis tersebut bertolak menggunakan speedboat dari Dermaga Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan menuju Gunung Anak Krakatau untuk peliputan dengan estimasi perjalanan sekitar dua jam.

Pada pukul 14.42 WIB, rombongan dilaporkan kehilangan kontak ketika berada di antara kawasan Carita dan Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan informasi posisi yang diterima, rombongan kemudian diketahui berada sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau pada pukul 18.13 WIB.

Hingga Rabu, 9 September 2026, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan penyisiran untuk memastikan keberadaan seluruh rombongan. Area penyisiran dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan serta hasil evaluasi tim di lapangan.

“Keselamatan personel yang melakukan pencarian juga menjadi perhatian. Koordinasi akan terus dilakukan dan area penyisiran akan disesuaikan dengan perkembangan serta hasil evaluasi tim di lapangan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....