Antasyafi Robby Raih Emas Speed Perorangan Dunia di Guiyang
- 11 Sep 2026 22:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Antasyafi Robby Al Hilmi merebut medali emas nomor speed perorangan putra dalam kejuaraan World Climbing Series di Guiyang.
- Kemenangan tersebut mengantarkan Robby menempati peringkat satu dunia nomor speed perorangan putra seri 2026 dengan perolehan 2.864 poin.
- Kejuaraan panjat tebing dunia seri 2026 menerapkan format kompetisi baru dengan menggunakan sistem dinding empat jalur pemanjatan.
RRI.CO.ID, Guiyang - Atlet panjat tebing Indonesia Antasyafi Robby Al Hilmi merebut medali emas speed perorangan putra di Guiyang. Kemenangan bersejarah tersebut dipastikan setelah ia menorehkan catatan waktu 4,65 detik pada babak final.
Prestasi puncak itu diraih dalam kompetisi World Climbing Series di Guiyang, Tiongkok, Jumat, 11 September 2026. Raihan tersebut menjadi medali emas pertama bagi dirinya sepanjang keikutsertaannya dalam ajang World Climbing Series.
Atlet tuan rumah Yongzhi Ling merebut peringkat kedua babak final tersebut dengan catatan waktu 4,75 detik. Shouhong Chu menduduki peringkat ketiga dengan catatan 4,80 detik, sedangkan Ryo Omasa mencatatkan 4,99 detik.
Pemanjat putra andalan Indonesia Antasyafi Robby Al Hilmi menyampaikan rasa syukurnya usai menuntaskan persaingan babak final. Hasil perlombaan pada babak final tersebut sekaligus menjadi pemecahan catatan waktu pribadi terbaik bagi dirinya.
"Saya senang karena ini emas pertama saya di World Climbing Series. Ini berkat dukungan semuanya dan latihan bersama teman-teman atlet di Indonesia," kata Robby.
Robby mempersembahkan medali emas perdananya dalam kejuaraan dunia tersebut kepada seluruh rakyat di tanah air. Pengalaman tiga kekalahan pada kompetisi sebelumnya menjadi pelecut semangat utama untuk tampil jauh lebih cepat.
"Ibu, akhirnya aku emas!" ucap Robby.
Head Coach Galar Pandu Asmoro mengaku bangga atas pencapaian gemilang yang berhasil diraih oleh atlet panjat Indonesia. Kemenangan di Guiyang mengukuhkan posisi Robby pada peringkat satu dunia seri 2026 dengan total skor 2.864.
"Kami berharap akan ada medali lagi yang didapat dari nomor relay," ujar Galar.
Atlet panjat tebing Indonesia lainnya yakni Raharjati Nursamsa harus mengakhiri perjuangannya pada babak semifinal nomor putra. Rajiah Sallsabillah terhenti pada semifinal putri, sedangkan Adi Asih dan Berthdigna Devi Surya gugur di perempat final.
Kompetisi speed seri 2026 menggunakan empat jalur setelah sebelumnya dalam sejarah kejuaraan selalu memakai dua jalur. Sistem empat jalur tersebut awalnya hanya pernah digunakan pada kompetisi tingkat regional tertentu seperti Asian Games.
World Climbing menguji format empat jalur di Madrid pada 2024 sebelum tampil di Chengdu pada Agustus 2025. Babak final format baru menampilkan empat atlet yang memperebutkan medali emas, perak, perunggu, serta tempat keempat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....