Mengenal Voice of Indonesia, Jejak Panjang Siaran Luar Negeri RRI

  • 11 Sep 2026 13:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Voice of Indonesia merupakan saluran siaran luar negeri RRI yang memperkenalkan berita, budaya, musik, dan informasi Indonesia ke dunia
  • VOI telah mengudara sejak 1945 dan berawal dari upaya menyebarkan kabar kemerdekaan Indonesia kepada masyarakat internasional
  • Perkembangan VOI mencakup penggunaan sembilan bahasa serta penguatan siaran melalui pemancar dan stasiun RRI terluar Indonesia

RRI.CO.ID, Jakarta - Voice of Indonesia (VOI) menjadi saluran siaran luar negeri Radio Republik Indonesia yang memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional. VOI menyajikan informasi mengenai berita, budaya, musik, hingga diplomasi publik bagi pendengar di berbagai negara.

Sebagai stasiun internasional RRI, VOI telah mengudara sejak 1945 dan menjadi salah satu media internasional tertua Indonesia. Siaran VOI menggunakan berbagai bahasa untuk memperkenalkan kebudayaan serta pengetahuan Indonesia kepada masyarakat internasional dan warga Indonesia.

Hingga 2023, VOI menyiarkan program dalam sembilan bahasa melalui gelombang pendek pada waktu tertentu selama 24 jam. Penggunaan berbagai bahasa tersebut mendukung upaya RRI memperkenalkan informasi dan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat mancanegara.

Sejarah VOI bermula setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 dan membutuhkan media menyebarkan kabar kemerdekaan. Joesoef Ronodipoero kemudian membacakan teks proklamasi melalui Hōsō Kyōku pada pukul 19.00 WIB menggunakan pemancar gelombang pendek Bandung.

Pemancar Voice of Free Indonesia kemudian selesai dibangun pada 23 Agustus 1945 di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Presiden Soekarno menyampaikan pidato melalui pemancar tersebut pada 25 Agustus, kemudian Mohammad Hatta pada 29 Agustus 1945.

Pada masa awal kemerdekaan, radio menjadi sarana penting untuk menyebarkan pesan perjuangan Indonesia kepada masyarakat internasional. Peran siaran luar negeri tersebut turut memperkenalkan kemerdekaan Indonesia dan mendukung upaya memperoleh pengakuan kedaulatan.

Perkembangan siaran luar negeri berlanjut ketika RRI membangun kompleks pemancar di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada 1964. Kompleks tersebut kemudian diresmikan pada 1969 dan dilengkapi enam pemancar berkekuatan masing-masing 125 kilowatt untuk siaran luar negeri.

Memasuki 2019, Voice of Indonesia mengalami perubahan bentuk serta format dalam penyelenggaraan siarannya kepada pendengar. Salah satu pengembangannya berupa program siaran perbatasan yang dipancarkan melalui lima stasiun RRI terluar Indonesia.

Hingga kini, Voice of Indonesia menjadi bagian dari RRI dalam menjalankan fungsi penyiaran Indonesia kepada masyarakat internasional. Kehadiran VOI meneruskan sejarah panjang radio Indonesia dalam menyampaikan informasi, kebudayaan, dan pesan kebangsaan ke dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....