Kesehatan Masyarakat Dinilai Jadi Modal Utama Ketahanan Nasional
- 11 Sep 2026 11:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kesehatan masyarakat merupakan salah satu fondasi penting bagi kekuatan dan ketahanan nasional Indonesia.
- Pembangunan kesehatan tidak hanya fokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga memperkuat pencegahan dan kemandirian kesehatan masyarakat.
- Negara yang kuat harus ditopang oleh rakyat yang sehat, seperti yang ditekankan Ketua FORMAS dalam Dialog Kebangsaan di Jakarta.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) Yohanes Handojo Budhisedjati menilai kesehatan masyarakat menjadi salah satu modal utama kekuatan dan ketahanan nasional. Menurutnya, pembangunan kesehatan tidak hanya untuk mengobati masyarakat yang sakit, tetapi juga memperkuat pencegahan dan kemandirian kesehatan.
“Negara yang kuat harus ditopang oleh rakyat yang sehat. Karena itu, pembangunan kesehatan tidak hanya berbicara mengenai pengobatan ketika masyarakat sakit," ujar Handoyo saat membuka Dialog Kebangsaan "Rakyat Sehat, Negara Kuat" di Jakarta, Jumat, 11 September 2026.
"Tetapi juga bagaimana membangun kesadaran, pencegahan, dan kemandirian kesehatan masyarakat,” ucapnya., Karena itu, ia menyebut upaya meningkatkan kesehatan masyarakat membutuhkan pendekatan yang lebih luas dan melibatkan berbagai pihak.
Senada dengan itu, pemerintah juga terus menempatkan kesehatan sebagai bagian dari kesiapan sumber daya manusia. Kondisi kesehatan masyarakat dinilai berkaitan dengan kemampuan bangsa dalam membangun ketahanan nasional.
“Penguatan kesehatan merupakan bagian penting dari upaya membangun ketahanan bangsa. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan ke depan,” kata Kepala RS Rehabilitasi Medik Kementerian Kementerian Pertahanan , Markus Wibowo.
Menurut Markus, penguatan kesehatan membutuhkan sinergi lintas sektor agar berbagai tantangan kesehatan ke depan dapat dihadapi secara lebih komprehensif. Pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat dinilai memiliki peran masing-masing dalam membangun ketahanan kesehatan.
FORMAS bersama (RS Pusrehab Kemhan RI) menandatangani Letter of Intent (LoI). Komitmen tersebut menjadi langkah awal untuk menjajaki dan mengembangkan kerja sama di bidang kesehatan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing pihak.
Komitmen tersebut menjadi langkah awal untuk menjajaki dan mengembangkan kerja sama di bidang kesehatan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing pihak. Salah satu dialog yang dibahas dialog tersebut juga membahas potensi tanaman obat, herbal, dan jamu yang dikembangkan berdasarkan kajian ilmiah.
Kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan masyarakat. Turut hadir juga Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar dalam agenda tersebut,
FORMAS berharap penguatan kolaborasi tersebut tidak berhenti pada diskusi. Tetapi dapat dilanjutkan melalui langkah konkret antara masyarakat sipil, pemerintah, akademisi, dan tenaga kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....