Sekolah Sempat Roboh, Revitalisasi SDN Tanggirejo Capai 40 Persen

  • 11 Sep 2026 13:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Revitalisasi SDN Tanggirejo, Grobogan, telah mencapai sekitar 40 persen.
  • Pembangunan dipercepat setelah atap ruang kelas sekolah roboh.
  • Revitalisasi mencakup ruang belajar, sanitasi, perpustakaan, hingga penataan lingkungan sekolah.

RRI.CO.ID, Grobogan - Revitalisasi SD Negeri Tanggirejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, telah mencapai sekitar 40 persen. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendiksasmen), Fajar Riza Ul Haq memastikan pembangunan berjalan untuk memulihkan keamanan dan kenyamanan siswa.

Pembangunan mencakup rehabilitasi atap sekolah, perbaikan lantai, pembangunan toilet, hingga laboratorium komputer. Wamendikdasmen meninjau langsung proses tersebut untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target.

“Sekolah tidak boleh menjadi tempat yang membahayakan anak-anak. Pendidikan hanya dapat berlangsung dengan baik apabila rasa aman hadir lebih dahulu,” ujarnya dalam kunjungannya di SDN Tanggirejo, Kamis, 10 September 2026.

Fajar mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap kondisi sekolah yang mengalami kerusakan berat. Karena itu, revitalisasi SDN Tanggirejo dilakukan melalui mekanisme percepatan dengan dukungan Bantuan Presiden.

Dukungan tersebut disalurkan melalui Kementerian Sekretariat Negara agar pembangunan dapat segera dimulai. Ia menilai persoalan yang menyangkut keselamatan peserta didik harus ditangani secara cepat dan lintas sektor.

SDN Tanggirejo sebelumnya menjadi perhatian setelah atap ruang kelasnya roboh. Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar harus dilakukan dengan sejumlah penyesuaian.

Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah mengatakan sekolah sebenarnya telah masuk dalam daftar penerima program revitalisasi. Namun, insiden robohnya atap membuat pelaksanaan pembangunan perlu dipercepat.

Kemendikdasmen menyebut revitalisasi SDN Tanggirejo merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026. Program tersebut memprioritaskan sekolah dengan kerusakan berat, terdampak bencana, serta sekolah di wilayah 3T.

“Revitalisasi sekolah bukan sekadar membangun kembali gedung yang rusak. Yang sedang kita bangun adalah kepercayaan masyarakat bahwa negara hadir menjaga hak setiap anak Indonesia,” kata Fajar.

Adapun pekerjaan revitalisasi mencakup ruang kelas, perpustakaan, atap, lantai, plafon, pintu dan jendela. Pembangunan juga meliputi musala, sanitasi, suplai air bersih, drainase, serta penataan lingkungan sekolah.

Selama pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke Gedung Madrasah Diniyah yang berada tidak jauh dari SDN Tanggirejo. Penyesuaian tersebut dilakukan agar proses pendidikan tetap berjalan dengan memperhatikan keselamatan siswa.

Juwariyah mengaku lega melihat pembangunan sekolah mulai berjalan. Menurutnya, kondisi tersebut memberikan harapan bagi guru, orang tua, dan siswa untuk kembali menggunakan fasilitas sekolah dengan aman.

Sebanyak 131 peserta didik SDN Tanggirejo terdampak kondisi fasilitas sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan. Revitalisasi diharapkan dapat mengembalikan ruang belajar yang aman dan mendukung kegiatan pendidikan.

Wamendikdasmen menegaskan pembangunan infrastruktur pendidikan merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Menurutnya, transformasi pendidikan juga harus memastikan setiap anak belajar di sekolah yang aman, layak, dan nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....