Pertamina Siap Terapkan Pembatasan BBM Bersubsidi untuk Warga Desil 9-10
- 10 Sep 2026 18:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Pertamina Patra Niaga menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah terkait pembatasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
- Pembatasan tersebut meliputi BBM jenis Pertalite dan Biosolar, bagi masyarakat yang masuk kelompok desil 9 dan 10.
- Penggunaan data desil merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan BBM bersubsidi diterima masyarakat yang memang berhak.
RRI.CO.ID, Cilacap - PT Pertamina Patra Niaga menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah terkait pembatasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Termasuk Pertalite dan Biosolar, bagi masyarakat yang masuk kelompok desil 9 dan 10.
Demikiam disampaikan Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun di sela-sela temu media nasional di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis 10 September 2026. Ia mengatakan, Pertamina sebagai badan usaha akan mengikuti kebijakan dan arahan pemerintah terkait mekanisme pembatasan BBM bersubsidi.
“Pertamina pasti siap apabila kebijakan itu sudah resmi dari pemerintah. Kami pasti akan berkoordinasi dengan pemerintah, penerapannya berkoordinasi tentunya dengan lembaga-lembaga terkait,” ujar Roberth.
Ia mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu kebijakan resmi pemerintah mengenai pembatasan penyaluran Pertalite berdasarkan kelompok desil. Menurutnya, penggunaan data desil merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan BBM bersubsidi diterima masyarakat yang memang berhak.
“Seperti yang disampaikan Pak Menteri waktu itu, desil yang ada di atas itu adalah indikator kategori masyarakat mampu. Nah, kami dari Pertamina memahaminya adalah bahwa BBM bersubsidi itu untuk masyarakat yang tidak mampu,” katanya.
Ia menegaskan Pertamina siap menjalankan mekanisme apa pun yang nantinya ditetapkan pemerintah untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi lebih tepat sasaran.
“Nah, tentunya semangat yang diusung adalah kembali lagi bagaimana pendistribusian BBM ini tepat sasaran. Regulatornya, penentu kebijakannya, itu ada di pemerintah,” ucap Roberth.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan rencana pembatasan penyaluran Pertalite bagi masyarakat desil 9 dan 10 masih menunggu validitas data. Bahlil menyebut pemerintah saat ini tengah memeriksa ketepatan data pembagian desil masyarakat tersebut.
Ia berharap validitas data dapat memastikan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi berjalan sesuai tujuan. Yakni, membuat penyaluran Pertalite lebih tepat sasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....