Bagaimana Cara Radio Bekerja hingga Suaranya Terdengar?

  • 10 Sep 2026 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Radio mengirimkan informasi melalui gelombang elektromagnetik tanpa memerlukan media penghantar seperti kabel.
  • Dalam siaran radio, suara penyiar ditangkap oleh mikrofon kemudian diubah menjadi sinyal listrik yang dapat diproses dan dikirimkan.
  • Proses transmisi radio melibatkan konversi gelombang suara menjadi sinyal yang dapat ditransmisikan dari pemancar menuju penerima radio.

RRI.CO.ID, Jakarta - Radio merupakan sebuah teknologi komunikasi yang mengirimkan informasi melalui gelombang elektromagnetik tanpa membutuhkan media penghantar, seperti kabel. Dalam siaran radio, informasi dalam bentuk suara diubah menjadi sinyal yang bisa dikirimkan dari pemancar menuju penerima.

Melansir Federal Communications Commission, proses tersebut dimulai saat suara penyiar ditangkap oleh mikrofon sebagai gelombang suara. Mikrofon kemudian merubah getaran suara tersebut menjadi sinyal listrik yang membawa informasi audio agar diproses lebih lanjut.


Sinyal audio dari mikrofon belum bisa dipancarkan langsung melalui antena dalam sistem siaran radio. Sinyal tersebut harus digabungkan dengan gelombang pembawa (carrier) melalui sebuah proses bernama modulasi.

Modulasi membuat informasi audio dapat dibawa menggunakan gelombang radio dengan frekuensi tertentu. Pada radio AM, informasi bisa mempengaruhi amplitudo gelombang pembawa, sementara FM mengubah frekuensi gelombang pembawanya.

Setelah melalui proses modulasi, sinyal radio diperkuat oleh pemancar agar memiliki daya yang cukup untuk mencapai wilayah yang dituju. Sinyal tersebut kemudian dialirkan menuju antena pemancar agar diubah menjadi gelombang elektromagnetik.

Antena kemudian memancarkan gelombang elektromagnetik ke lingkungan dan gelombang tersebut bisa merambat melalui ruang. Frekuensi yang digunakan menentukan kanal siaran sehingga berbagai stasiun bisa beroperasi tanpa menggunakan satu frekuensi yang sama.

Saat radio dinyalakan, antenanya akan menangkap berbagai gelombang radio di sekitarnya. Karena banyak stasiun yang menggunakan frekuensi berbeda, penerima membutuhkan sebuah sistem penyetelan untuk memilih sinyal dari stasiun tertentu.

Penyetelan dilakukan dengan memilih frekuensi yang sesuai sehingga sinyal stasiun yang diinginkan bisa dipisahkan dari sinyal lain di sekitarnya. Pada penerima radio, rangkaian penyaring membantu menerima rentang frekuensi tertentu dan menolak sinyal yang berada di luar rentang tersebut.

Setelah sinyal yang terpilih diterima, radio melakukan proses demodulasi dengan tujuan memisahkan informasi audio dari gelombang pembawanya. Proses tersebut merupakan kebalikan dari proses modulasi yang sebelumnya dilakukan pada sisi pemancar.

Sinyal audio hasil dari demodulasi kemudian diperkuat agar memiliki daya cukup untuk menggerakkan pengeras suara. Tahap ini membuat sinyal listrik yang awalnya hanya membawa informasi suara bisa kembali menghasilkan getaran fisik.

Pengeras suara merubah sinyal listrik tersebut menjadi gelombang suara lewat gerakan membran yang mengikuti perubahan sinyal. Gelombang suara kemudian merambat lewat udara hingga mencapai telinga pendengar yang dikenal sebagai suara penyiar atau musik.

Dengan demikian, cara kerja radio melibatkan proses panjang, mulai dari suara, sinyal listrik, modulasi, pemancaran, penerimaan, hingga demodulasi. Walaupun perangkat radio modern semakin rumit, prinsip dasarnya tetap bergantung pada pengiriman informasi lewat gelombang radio. (Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....