Wamensos Minta Flores Timur dan Mamasa Siapkan Lahan Sekolah Rakyat
- 10 Sep 2026 16:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wamensos Agus Jabo Priyono menerima audiensi Pemkab Flores Timur dan Mamasa
- Flores Timur menyiapkan tanah ulayat seluas delapan hektare untuk Sekolah Rakyat permanen
- Pemkab Mamasa menyiapkan lahan pengganti setelah lokasi sebelumnya belum memenuhi persyaratan
- Kemensos meminta kedua daerah memastikan lahan memiliki sertifikat dan tidak bersengketa
- Sekolah Rakyat diarahkan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Flores Timur dan Mamasa menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Flores Timur menyiapkan tanah ulayat seluas delapan hektare, sedangkan Mamasa menyiapkan lahan pengganti.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi kedua pemerintah daerah di Jakarta, Rabu 9 September 2026. Agus Jabo mendorong kesiapan lahan tersebut agar program Sekolah Rakyat dapat menjangkau lebih banyak wilayah.
Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen mengatakan pihaknya sedang menyiapkan tanah ulayat seluas delapan hektare. Pemkab Flores Timur juga telah memperoleh izin dari suku terkait untuk memanfaatkan lahan tersebut.
Agus Jabo meminta Pemkab Flores Timur tetap mengurus sertifikat tanah sebagai landasan hukum pembangunan sekolah. Menurutnya, sertifikat diperlukan untuk memastikan lahan memiliki legitimasi dan tidak menimbulkan sengketa.
“Sertifikatnya diurus, pak, ya. Itu tetap harus ada penguatan, legitimasi dalam bentuk sertifikat,” kata Agus Jabo.
Sementara itu, Pemkab Mamasa sebelumnya telah mengusulkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat kepada Kemensos. Namun, lahan tersebut belum memenuhi persyaratan sehingga pemerintah daerah kini menyiapkan lokasi pengganti.
Agus Jabo juga meminta Pemkab Mamasa memastikan sertifikat tanah atas lahan yang diusulkan. Menurutnya, kepastian status lahan menjadi syarat penting sebelum pembangunan Sekolah Rakyat dilakukan.
“Pokoknya prinsipnya nanti kalau dibangun tidak ada sengketa. Itu saja, makanya butuh landasan hukum yang kuat dalam bentuk sertifikat,” ujarnya.
Agus Jabo mengatakan Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu cara untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Mari kita berjuang bersama, berkolaborasi. Ini eranya perubahan, yang miskin harus kita makmurkan,” ujar Agus Jabo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....