Wapres Dorong Inovasi Drone Deteksi Karhutla

  • 10 Sep 2026 16:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wapres Gibran Rakabuming menerima audiensi mahasiswa dan dosen ITB di Istana Wapres
  • Mahasiswa ITB mempresentasikan inovasi drone pendeteksi kualitas udara bernama Eaglesense
  • Eaglesense menggunakan lima sensor untuk mengukur sejumlah parameter kualitas udara
  • Teknologi tersebut berpotensi mendukung pemantauan lingkungan dan deteksi dini karhutla
  • Wapres mendorong inovasi mahasiswa terus dikembangkan dan dihubungkan dengan industri

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming mengapresiasi inovasi mahasiswa ITB yang mengembangkan drone pendeteksi kualitas udara. Teknologi Eaglesense dinilai berpotensi mendukung pemantauan lingkungan dan deteksi dini kebakaran hutan dan lahan.

Gibran menerima audiensi lima tim mahasiswa dan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) di Istana Wapres, Jakarta, Rabu 9 September 2026. Dalam pertemuan tersebut, Wapres mendorong inovasi mahasiswa terus dikembangkan agar memberikan manfaat lebih luas.

Eaglesense mengintegrasikan drone dengan kitbox sensor untuk mengukur sejumlah parameter kualitas udara. Data sensor kemudian diproses dan dikirimkan secara langsung ke basis data untuk ditampilkan melalui dasbor pemantauan.

Perwakilan Tim Eaglesense Jhon Chritabel Fausta Silalahi mengatakan sistem tersebut menggunakan lima sensor untuk mengukur kualitas udara. Data yang diproses Raspberry Pi kemudian dikirim melalui jaringan 4G menuju basis data dan ditampilkan pada dasbor.

“Di dalam kitbox sensor tersebut memiliki beberapa sensor. Yaitu total ada lima, yang akan mengukur kualitas udara,” ucapnya.

Pemanfaatan drone memungkinkan pengumpulan data kualitas udara menjangkau area luas dan sulit diakses. Informasi tersebut dapat membantu memantau perubahan kualitas udara yang berpotensi menjadi indikasi awal kebakaran.

Dosen Teknik Fisika Fakultas Teknologi Industri ITB Augie Widyotriatmo mengatakan Wapres mengapresiasi berbagai inovasi yang dipresentasikan mahasiswa. Menurutnya, Wapres juga mendorong agar inovasi tersebut dikembangkan hingga dapat dimanfaatkan secara lebih luas.

“Arahan dari Pak Wapres untuk terus dikembangkan. Dan Pak Wapres tetap akan mendukung dengan memberikan akses kepada industri berkaitan,” ujar Augie.

Selain Eaglesense, empat tim mahasiswa lainnya mempresentasikan inovasi dari berbagai bidang keilmuan. Inovasi tersebut meliputi pemanfaatan machine learning, manajemen aset, kendaraan tanpa awak, dan teknologi mitigasi banjir.

Gibran mendorong hasil riset perguruan tinggi tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi. Konektivitas dengan industri dinilai penting agar inovasi mahasiswa dapat dihilirkan menjadi solusi bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....