Tim SAR Perluas Pencarian Kapal Pembawa Jurnalis di Perairan Gunung Anak Krakatau
- 10 Sep 2026 14:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tim SAR Gabungan memperluas operasi pencarian kapal speed boat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda dekat Gunung Anak Krakatau.
- Sebanyak delapan orang termasuk lima jurnalis masih dalam status pencarian dan penyelamatan.
- Insiden terjadi pada Senin, 7 September 2026, dan melibatkan kapten kapal, anak buah kapal, seorang guide, serta lima jurnalis.
RRI.CO.ID, Jakarta – Tim SAR Gabungan memperluas pencarian kapal speed boat yang membawa jurnalis yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda. Kapal tersebut hilang kontak di perairan dekat Gunung Anak Krakatau, Senin, 7 September 2026.
Sebanyak delapan orang yang berada di dalam speed boat tersebut masih dalam pencarian. Mereka terdiri atas kapten kapal, anak buah kapal (ABK), seorang guide, serta lima jurnalis.
Pada hari ketiga pencarian, area operasi diperluas menjadi enam sektor dengan total luas sekitar 2.483 nautical mile persegi. Pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, Potensi SAR, nelayan, dan masyarakat.
Sejumlah kapal dan rigid inflatable boat (RIB) dikerahkan. Kapal yang dikerahkan mendukung penyisiran di wilayah perairan Selat Sunda.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad mengatakan,perluasan sektor dilakukan untuk mengoptimalkan upaya pencarian. Karena sampai saat ini delapan orang yang masih belum ditemukan.
“Memasuki hari ketiga, kami memperluas area pencarian dan mengerahkan lebih banyak unsur serta sarana. Seluruh kekuatan yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” ujar Al Amrad, Kamis, 10 September 2026.
Operasi SAR juga didukung drone thermal, peralatan SAR air. Lalu peralatan medis, komunikasi, serta berbagai sarana pendukung lainnya.
Faktor cuaca menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan pencarian. Berdasarkan laporan, cuaca dilaporkan cerah berawan tebal, dengan angin bertiup dari arah selatan ke utara sekitar 15 knot.
Sementara itu, ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter. Pihaknya juga terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan.
“Keselamatan personel tetap menjadi prioritas, namun upaya pencarian akan terus kami lakukan secara maksimal. Kami berharap seluruh korban segera ditemukan dan dapat kembali kepada keluarga,” kata Al Amrad.
Hingga operasi SAR hari ketiga berlangsung, delapan orang tersebut masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR Gabungan terus melakukan penyisiran dan memperluas upaya pencarian di wilayah Perairan Selat Sunda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....