Polda Lampung Perkuat Pencarian Wartawan Hilang di Selat Sunda

  • 09 Sep 2026 16:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polda Lampung memperkuat pencarian lima wartawan dan tiga kru kapal yang hilang kontak di Selat Sunda.
  • Penyisiran diperluas hingga Pulau Legundi, Pulau Sebesi, dan perairan Gunung Anak Krakatau.
  • Operasi SAR melibatkan Polda Lampung, Ditpolairud Baharkam Polri, Basarnas Lampung, serta unsur gabungan lainnya.

RRI.CO.ID, Jakarta – Polda Lampung memperkuat pencarian lima wartawan dan tiga kru kapal yang hilang kontak di Selat Sunda. Operasi SAR gabungan diperluas hingga Pulau Legundi, Pulau Sebesi, dan perairan Gunung Anak Krakatau.

Delapan orang tersebut sebelumnya berlayar menggunakan speedboat dari Pantai Carita menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Mereka berangkat untuk mengambil dokumentasi aktivitas erupsi gunung tersebut.

Memasuki hari kedua, personel kepolisian bersama Basarnas Lampung kembali diterjunkan dalam operasi SAR gabungan. Pencarian dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel serta efektivitas penyisiran wilayah perairan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan, seluruh sarana terus disiagakan. Kepolisian juga memperkuat koordinasi bersama Basarnas dan unsur terkait selama operasi berlangsung.

“Polri bersama Basarnas dan unsur terkait terus melakukan upaya pencarian. Personel dan sarana yang ada kami siagakan untuk mendukung operasi SAR ini,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 9 September 2026.

Polda Lampung juga mengerahkan kapal patroli untuk memperluas penyisiran pada sejumlah titik pencarian. Area tersebut diperkirakan menjadi bagian jalur pelayaran speedboat sebelum komunikasi terputus.

Dirpolairud Polda Lampung Kombes Pol Erick Sartani Marbun mengatakan penyisiran terus diperluas berdasarkan kondisi lapangan. Tim memperhitungkan cuaca, arus laut, serta titik komunikasi terakhir rombongan.

“Kami terus memperluas area pencarian dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta titik terakhir komunikasi. Seluruh personel di lapangan kami minta tetap mengutamakan keselamatan,” katanya.

Rombongan diketahui bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Senin sekitar pukul 14.00 WIB. Salah satu jurnalis kemudian sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB.

Komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB pada hari yang sama. Sejak saat itu, keberadaan lima wartawan dan tiga kru kapal belum diketahui.

Tim SAR kemudian melakukan pencarian berdasarkan titik komunikasi serta lokasi terakhir yang diketahui. Penyisiran terus dikembangkan mengikuti kemungkinan pergerakan kapal akibat kondisi perairan.

Lima wartawan teridentifikasi ialah M. Bagus Khoirunnas dari Antara dan Ari Basuki dari Merdeka. Tiga lainnya ialah Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Selain lima wartawan tersebut, terdapat tiga kru kapal yang berada dalam speedboat. Seluruhnya masih menjadi fokus pencarian tim gabungan di perairan Selat Sunda.

Yuni mengatakan koordinasi bersama Basarnas dan seluruh unsur terus diperkuat selama pencarian berlangsung. Langkah tersebut dilakukan agar wilayah pencarian dapat disisir secara maksimal.

“Koordinasi dan sinergi terus dilakukan. Fokus kami saat ini adalah menemukan dan memberikan pertolongan kepada seluruh korban yang masih dalam pencarian,” katanya.

Operasi SAR hari kedua diawali apel kesiapan penebalan pencarian pada Rabu pagi. Apel tersebut dipimpin Kasi Operasi Basarnas Lampung Agus Mujiono.

Setelah apel, tim disiapkan menyisir sejumlah wilayah yang berkaitan dengan kemungkinan keberadaan rombongan. Pencarian meliputi perairan Pulau Legundi, Pulau Sebesi, hingga kawasan Gunung Anak Krakatau.

Unsur kepolisian melibatkan personel KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang dalam operasi tersebut. Dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri juga bergabung dalam pencarian.

Sementara itu, Basarnas Lampung menurunkan empat personel untuk memperkuat operasi SAR gabungan. Seluruh unsur bekerja sesuai tugas dan kewenangan masing-masing selama penyisiran berlangsung.

“Kami berharap seluruh proses pencarian berjalan lancar dan rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Seluruh unsur di lapangan akan terus bekerja sesuai tugas dan kewenangannya,” ucap Yuni.

Yuni juga meminta masyarakat menyampaikan informasi apabila mengetahui keberadaan rombongan tersebut. Informasi sekecil apa pun dinilai dapat membantu memperluas petunjuk pencarian.

“Kami mengajak semua pihak untuk membantu memberikan informasi sekecil apa pun. Informasi tersebut dapat mendukung proses pencarian,” ujarnya.

Operasi pencarian masih berlangsung menggunakan sarana yang telah disiapkan di sejumlah wilayah perairan. Polisi bersama Basarnas dan unsur SAR lainnya terus melakukan pemantauan hingga seluruh korban ditemukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....