SEAMEO RECFON Dorong Penguatan Program Gizi Anak untuk Indonesia dan ASEAN

  • 09 Sep 2026 16:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • SEAMEO RECFON meluncurkan 3 dokumen kebijakan dalam rangkaian 16th Governing Board Meeting tahun 2026 untuk memperkuat perannya di Asia Tenggara.
  • Dokumen kebijakan yang diluncurkan terdiri dari 2 policy brief dan 1 laporan penelitian di bidang pangan dan gizi.
  • Direktur SEAMEO RECFON Rini Sekartini mengumumkan penguatan peran lembaga sebagai pusat keunggulan pangan dan gizi kawasan Asia Tenggara.

RRI.CO.ID, Jakarta - SEAMEO Regional Centre for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON) memperkuat perannya sebagai pusat keunggulan pangan dan gizi Asia Tenggara. Peluncuran tersebut menjadi bagian dari rangkaian 16th Governing Board Meeting (Rapat Wali Amanat ke-16) tahun 2026 SEAMEO RECFON.

"Dalam rangkaian Rapat Wali Amanat tahun ini, SEAMEO RECFON meluncurkan 3 dokumen kebijakan. Yaitu 2 policy brief dan 1 laporan penelitian," kata Direktur SEAMEO RECFON Rini Sekartini dalam konferensi persnya di The Hermitage, a Tribute Portfolio Hotel, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

"Laporan studi ini merupakan wujud nyata mandat kami sebagai SEAMEO Center of Excellence di bidang pangan dan gizi. Khususnya dalam menjembatani science, policy, and practice," ujarnya.

Policy brief pertama yang di luncurkan terkait Survei Gizi Indonesia (SGI): Membangun Sistem Biomarker Zat Gizi Mikro yang Efisien, Akurat, dan Berdampak dalam Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia. SEAMEO RECFON mendorong penguatan pemeriksaan biomarker zat gizi mikro melalui analisis laboratorium dan peningkatan kapasitas.

"RECFON mendorong penguatan pemeriksaan biomarker zat gizi mikro di dalam negeri. Baik melalui analisis laboratorium maupun penguatan kapasitas terkait metode analisis dan teknologi baru laboratorium," ucapnya.

Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat penetapan prioritas dan evaluasi kebijakan penurunan stunting. Kebijakan ini juga diharapkan berjalan lebih efektif dan efisien dalam penggunaan sumber daya.

Sementara itu, policy brief yang lain tentang ASEAN School Nutrition Package. RECFON membawa pengalaman Indonesia melalui program unggulan SEAMEO RECFON, Nutrition Goes to School, ke tingkat regional.

"Kami ingin memastikan kebijakan gizi sekolah tidak berhenti pada dokumen kebijakan. Tapi dapat diimplementasikan dengan baik, memiliki sistem penjaminan mutu, serta dilakukan monitoring dampaknya," ujarnya.

"Di sinilah RECFON dapat berperan sebagai regional knowledge hub. Melalui riset implementasi, penguatan kapasitas, dan pertukaran pengetahuan antarnegara ASEAN," katanya.

Semetara satu penelitian yang diluncurkan terkait ringkasan tentang panduan gizi berbasis pangan local (PGS-PL) untuk anak sekolah. Dari penelitian itu ditemukan terdapat kesenjangan zat gizi yang cukup banyak dialami oleh anak sekolah di Indonesia.

Baik itu kekurangan zat folat, kalsium, zat besi, vitamin A, C, dan seng. Temuan ini diterjemahkan dalam bentuk rekomendasi pangan dan rancangan menu di sekolah.

"Temuan ini relevan untuk memperkuat program Makanan Bergizi Gratis dan penguatan edukasi gizi di tingkat sekolah. Sebaiknya program Makanan Bergizi Gratis ini harus menjadi instrumen strategis untuk menutup kesenjangan asupan zat gizi pada anak usia sekolah," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....