Kemendikdasmen Dorong Sekolah Jadi Agen Perubahan Budaya Gizi dan Hidup Sehat

  • 23 Agt 2026 19:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong edukasi gizi dan kebiasaan hidup sehat menjadi bagian dari budaya sekolah. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan, gizi yang baik tidak terpisahkan dari pendidikan berkualitas.

Menurutnya, peserta didik membutuhkan tubuh sehat dan asupan gizi cukup agar mampu mengikuti pembelajaran secara optimal.Di sisi lain, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk pengetahuan, sikap, serta kebiasaan hidup sehat yang dapat menjadi bekal anak hingga dewasa.

“Gizi yang baik dan pendidikan yang baik tidak dapat dipisahkan. Anak-anak membutuhkan kondisi tubuh yang sehat dengan asupan gizi yang cukup,” ujar Tatang dalam acara peringatan 10 tahun program Nutrition Goes to School (NGTS) di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2026.

Tatang menegaskan, penerapan program Nutrition Goes to School (NGTS) tidak harus menggunakan model yang seragam di setiap sekolah. Setiap satuan pendidikan dapat mengidentifikasi persoalan, kebutuhan, dan sumber daya untuk menentukan aksi yang paling sesuai.

“Sekolah bukan sekadar tempat di mana program dilaksanakan. Namun sekolah itu sendiri merupakan agen perubahan,” katanya.

Ia menyebut sekolah dapat memilih berbagai aksi, seperti edukasi gizi, peningkatan kualitas kantin, aktivitas fisik, hingga pengembangan kebun sekolah. Sekolah juga dapat memperkuat keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam membangun kebiasaan hidup sehat peserta didik.

Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan penguatan manajemen berbasis sekolah. Hal ini pula yang terus didorong Kemendikdasmen.

Sementara itu, Centre Director SEAMEO RECFON Prof Rini Sekartini mengatakan, sekitar 2.400 sekolah telah menjadi motor edukasi dan praktik baik gizi melalui NGTS. Program tersebut mendorong sekolah mengembangkan kebun hingga peternakan yang hasilnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi peserta didik.

“Gizi adalah fondasi utama untuk pembangunan. Bahkan, menjadi investasi masa depan supaya anak sehat dan kreatif,” ujar Rini.

Memasuki dekade kedua, SEAMEO RECFON menargetkan NGTS menjangkau lebih banyak sekolah dan wilayah di Indonesia. Program tersebut juga diarahkan berkembang ke negara-negara Asia Tenggara dengan menyesuaikan kebutuhan dan konteks masing-masing negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....