Menteri PPPA Dorong Kesetaraan Gender di Perkebunan Sawit
- 09 Sep 2026 17:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri PPPA Arifah Fauzi mendorong penerapan pengarusutamaan gender di sektor perkebunan sawit untuk mengatasi kesenjangan yang masih ada.
- Kesenjangan antara pekerja laki-laki dan perempuan di perkebunan sawit meliputi akses, upah, dan kesempatan pengembangan kapasitas.
- Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit diluncurkan di Jakarta pada 9 September 2026 sebagai instrumen penguatan kesetaraan hak pekerja perempuan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi mendorong penerapan pengarusutamaan gender di sektor perkebunan sawit. Arifah mengatakan, masih terdapat kesenjangan antara pekerja laki-laki dan perempuan, mulai dari akses, upah, hingga kesempatan meningkatkan kapasitas.
“Masih ada gap, masih ada kesenjangan antara pekerja laki-laki dan perempuan di perkebunan sawit. Kesetaraan hak pekerja perempuan perlu diperkuat agar mereka mendapatkan kesempatan yang sama di sektor perkebunan sawit,” kata Arifah Fauzi saat konferensi pers usai menghadiri Peluncuran Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit di Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Menurutnya, perempuan pekerja perkebunan sawit yang memiliki anak balita perlu mendapat dukungan fasilitas seperti tempat bermain dan daycare. Fasilitas tersebut dinilai penting membantu pekerja perempuan menjalankan tanggung jawab pekerjaan sekaligus memastikan kebutuhan anak tetap terpenuhi dengan baik.
“Modul pengarusutamaan gender di sektor perkebunan sawit ini bukan untuk mempersulit perusahaan. Tetapi agar perempuan yang terlibat bisa lebih produktif lagi,” ujarnya.
Arifah menambahkan, pihaknya akan menyosialisasikan modul tersebut kepada sejumlah perusahaan dan mengevaluasi penerapannya secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan modul pengarusutamaan gender dapat diterapkan secara efektif di sektor perkebunan sawit Indonesia.
“Perempuan-perempuan yang bekerja di sektor perkebunan sawit. Ini bisa mendapatkan hak yang setara,” kata Arifah.
Arifah mengatakan perempuan memiliki kontribusi besar dalam rantai nilai kelapa sawit Indonesia. Menurutnya, peran perempuan perlu diperkuat untuk mendukung pembangunan sektor kelapa sawit yang inklusif dan berkelanjutan.
“Perempuan memiliki kontribusi yang besar di sepanjang rantai nilai kelapa sawit. Namun masih menghadapi berbagai tantangan,” ujar Arifah.
Arifah menyebut perempuan menghadapi tantangan akses sumber daya, kapasitas, perlindungan kerja, dan pengambilan keputusan strategis. Ia menegaskan penguatan peran perempuan diperlukan agar kontribusinya dalam pembangunan dapat semakin optimal dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....