Simak Penjelasan dan Daftar Empat Gunung di Indonesia Meletus Bersamaan Hari Ini
- 09 Sep 2026 09:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Aktivitas vulkanik gunung api hampir terjadi bersamaan di sejumlah wilayah Indonesia pada hari ini, Rabu, 9 September 2026.
- Sedikitnya, empat gunung api, yakni Gunung Semeru, Anak Krakatau, Ili Lewotolok, dan Gunung Ibu, dilaporkan mengalami erupsi sejak dini hari.
- Visual letusan tidak teramati. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung
RRI.CO.ID, Jakarta - Aktivitas vulkanik gunung api hampir terjadi bersamaan di sejumlah wilayah Indonesia pada hari ini, Rabu, 9 September 2026. Sedikitnya, empat gunung api, yakni Gunung Semeru, Anak Krakatau, Ili Lewotolok, dan Gunung Ibu, dilaporkan mengalami erupsi sejak dini hari.
Melansir laporan MAGMA Indonesia, mencatat erupsi terjadi di Gunung Semeru yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Gunung Semeru, tercatat mengalami erupsi sekitar pukul 00.15 WIB dan kembali meletus pada pukul 05.11 WIB.
“Visual letusan tidak teramati. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” kata MAGMA Indonesia dalam laporannya dilansir dari laman resminya, di Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Aktivitas vulkanik gunung api, kata MAGMA Indonesia, juga terjadi di Selat Sunda, tepatnya Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Gunung yang dalam beberapa hari terakhir kembali aktif tersebut, mengalami erupsi pada pukul 00.47 WIB.
Erupsi Gunung Anak Krakatau kali ini, tidak dapat diamati secara visual. Namun, letusan terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 51 milimeter dan berlangsung selama 28 detik.
“Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 51 mm dan durasi 28 detik,” ucap MAGMA Indonesia.
Aktivitas tersebut, MAGMA Indonesia mengungkapkan, menambah rangkaian erupsi Anak Krakatau yang masih menjadi perhatian Badan Geologi. Sebelumnya, Badan Geologi menyatakan episode erupsi menerus Anak Krakatau yang berlangsung sekitar 25 jam telah berakhir pada 6 September 2026.
Meski demikian, aktivitas vulkanik kembali menunjukkan karakter erupsi Strombolian dan tingkat aktivitas gunung api tersebut masih berada pada Level III atau Siaga. Beranjak ke NTT, Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata juga mengalami dua kali erupsi pada Rabu pagi.
"Letusan pertama terjadi sekitar pukul 05.03 WITA dengan kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak. Kolom abu dari erupsi pertama teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat laut," ujar MAGMA Indonesia.
Letusan tersebut, MAGMA Indonesia menegaskan, terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung selama 41 detik. Tidak lama berselang, Ili Lewotolok kembali mengalami erupsi sekitar pukul 05.56 WITA.
Kali ini, kolom abu teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut. "Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 44 detik,” kata MAGMA Indonesia.
Gunung Ili Lewotolok sebelumnya, juga tercatat mengalami aktivitas erupsi berulang dan berada pada Level II atau Waspada. Aktivitas erupsi berikutnya dilaporkan dari Maluku Utara, tepatnya Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat.
Gunung Ibu tercatat mengalami erupsi sekitar pukul 05.27 WIT dengan kolom abu mencapai sekitar 400 meter di atas puncak. Kolom abu hasil letusn, teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak menuju arah timur laut.
Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sekitar 35 detik. Rangkaian erupsi di empat gunung api tersebut terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan pada Rabu pagi.
Namun, munculnya erupsi pada sejumlah gunung api tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa keempat kejadian memiliki penyebab geologis yang sama. Setiap gunung api memiliki sistem magmatik dan karakter aktivitas masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....