Pencarian Wartawan Hilang di Sekitar Krakatau Dilanjutkan Rabu ini

  • 09 Sep 2026 03:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pencarian difokuskan pada lokasi terakhir speedboat sebelum komunikasi terputus sekitar pukul 15.04 WIB.
  • Operasi melibatkan Basarnas, Ditpolair Polda Banten, Mabes Polri, serta unsur gabungan lainnya.
  • Polri dan Basarnas memaksimalkan pencarian jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

RRI.CO.ID, Jakarta – Operasi pencarian lima wartawan yang hilang sekitar Anak Krakatau, Selat Sunda akan dilanjutkan Rabu, 9 September 2026. Tadi malam sekitar pukul 23.00 WIB operasi dihentikan sementara untuk menjaga keselamatan petugas.

Polri dan Basarnas terus mencari lima wartawan yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Operasi difokuskan secara maksimal pada lokasi terakhir "speedboat" pembawa awak media sebelum komunikasi terputus.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan Polri mendukung penuh proses pencarian tersebut. Dukungan diberikan melalui pengerahan personel, sarana, serta penguatan kolaborasi bersama Basarnas dan unsur terkait.

“Polri bersama Basarnas dan seluruh unsur terkait terus memaksimalkan pencarian terhadap rekan-rekan jurnalis yang hilang kontak. Mereka diketahui hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan,” katanya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa, 8 September 2026.

Pencarian dilakukan setelah speedboat membawa awak media bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten, Senin sore. Rombongan tersebut berangkat sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir dengan rombongan diketahui terjadi sekitar pukul 14.42 WIB pada hari yang sama. Setelah itu, speedboat dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 15.04 WIB.

Direktorat polisi air (Ditpolair) Polda Banten bersama Basarnas dan unsur gabungan menindaklanjuti informasi tersebut. Pencarian difokuskan pada sekitar lokasi terakhir keberadaan speedboat sebelum komunikasi terputus.

Tim gabungan mengerahkan kapal Basarnas, RIB 02 Banten, serta berbagai peralatan pencarian dan pertolongan. Dukungan tersebut digunakan untuk memperluas pencarian terhadap seluruh awak yang berada dalam speedboat.

Kasubdit Patroli Ditpolair Polda Banten AKBP Lis Handayana mengatakan pencarian melibatkan berbagai unsur gabungan. Unsur tersebut berasal dari Basarnas, Ditpolair Polda Banten, Mabes Polri, serta pihak terkait lainnya.

“Dengan kapal Basarnas bersama unsur gabungan dari Direktorat Polair Polda Banten dan Mabes melaksanakan kegiatan pencarian. Pencarian dilaksanakan sampai dengan pukul 22.31 WIB,” ujarnya.

Pencarian kemudian dihentikan sementara setelah mempertimbangkan kondisi dan keselamatan seluruh personel di lapangan. Operasi tersebut dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Rabu, 9 September 2026.

“Untuk sementara waktu pencarian diberhentikan dan besok hari akan kami lanjutkan kembali. Untuk sementara situasi aman terkendali,” katanya.

Berdasarkan informasi awal Basarnas, terdapat delapan orang yang berada di dalam speedboat tersebut. Beberapa di antaranya diketahui merupakan jurnalis dari sejumlah perusahaan media.

Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas dari "Antara" dan Ari Basuki dari "Merdeka". Selain itu, terdapat Yudhis dari "iNews" dan Daus dari "Anadolu" dalam rombongan tersebut.

Sementara itu, identitas awak lainnya masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. Proses pencarian terus dikoordinasikan agar seluruh awak yang hilang kontak dapat segera ditemukan.

Johnny mengatakan Polri akan terus berkoordinasi dengan Basarnas dan seluruh unsur terkait selama pencarian berlangsung. Dukungan juga terus diberikan agar operasi dapat berjalan optimal hingga seluruh awak ditemukan.

“Polri akan terus berkolaborasi dan memberikan dukungan maksimal dalam operasi pencarian ini. Kami berharap seluruh awak media dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....