Jangan Salah! Begini Cara Aman Membersihkan Abu Vulkanik di Area Rumah

  • 09 Sep 2026 01:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Abu vulkanik tersusun dari batuan, mineral, dan kaca vulkanik yang hancur saat erupsi dan berukuran sangat halus sehingga mudah terbawa angin.
  • Hujan abu vulkanik meninggalkan lapisan tipis di rumah dan lingkungan sekitar yang memerlukan pembersihan khusus.
  • Pembersihan abu vulkanik harus dilakukan dengan cara yang tepat untuk mencegah abu kembali beterbangan dan mengurangi risiko kesehatan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Hujan abu vulkanik bisa meninggalkan lapisan tipis di rumah dan lingkungan sekitar. Pembersihannya perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar abu tidak kembali beterbangan.

Melansir Rumah Sakit Samsoe Hidajat, Abu vulkanik tersusun dari batuan, mineral, dan kaca vulkanik yang hancur saat erupsi. Material ini berukuran sangat halus dan mudah terbawa angin.

Saat melayang di udara, partikel abu bisa masuk lewat hidung dan tenggorokan. Partikel berukuran kecil bahkan dapat mencapai bagian terdalam paru-paru.

Paparan abu vulkanik dapat memicu iritasi hidung, tenggorokan, batuk, sesak napas, dan memperburuk asma. Partikel tajamnya juga bisa mengiritasi mata dan kulit.

Selain kesehatan, abu vulkanik dapat mencemari makanan dan sumber air terbuka serta mengurangi jarak pandang pengendara. Material yang mengendap di lingkungan juga perlu ditangani hati-hati agar tidak kembali tersebar selama pembersihan berlangsung.

Sebelum membersihkan, gunakan masker, sarung tangan, kacamata, dan alas kaki tertutup. Pintu serta jendela juga perlu ditutup rapat agar abu tidak masuk lagi.

Permukaan yang terkena abu sebaiknya dibasahi lebih dulu dengan air sebelum dibersihkan. Setelah partikelnya mengendap, permukaan bisa dilap atau disapu perlahan.

Untuk area luar rumah, penyiraman dapat dilakukan bertahap. Gunakan selang atau ember agar abu tidak beterbangan.

Saat membersihkan, gunakan masker N95 atau KN95, sarung tangan, kacamata pelindung, dan alas kaki tertutup. Perlengkapan ini membantu melindungi saluran napas, mata, tangan, dan kaki dari risiko kontak langsung dengan material abu.

Untuk permukaan kendaraan dan perabot luar sebaiknya dibasahi dulu. Setelah itu, lap perlahan dengan kain lembut agar tidak tergores.

Adapun untuk atap dan talang juga perlu diperhatikan. Tetapi pembersihannya sebaiknya dilakukan bertahap atau diserahkan kepada tenaga profesional.

Hindari kipas angin, blower, serta penyedot debu biasa karena alat tersebut dapat membuat partikel abu kembali tersebar. Jangan membuang abu basah dalam jumlah besar langsung ke saluran pembuangan karena berpotensi menyebabkan penyumbatan.

Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan sebaiknya tidak ikut membersihkan. Kelompok rentan juga perlu membatasi aktivitas luar dan memakai perlindungan lengkap.

Setelah selesai, bersihkan tubuh dan pakaian dengan baik. Jika udara luar masih berdebu, pastikan pintu dan jendela tetap tertutup.

Bila muncul sesak berat, nyeri dada, batuk berkepanjangan, atau gangguan penglihatan, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Penanganan cepat penting untuk mencegah kondisi memburuk. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....