Bakom: Presiden Prabowo Pastikan Masalah Dalam Negeri Tuntas Sebelum ke Rusia

  • 09 Sep 2026 01:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Indonesia memanfaatkan forum internasional di Rusia untuk memperluas peluang investasi serta ketahanan pangan dan energi.
  • Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menegaskan bahwa penanganan masalah domestik dan diplomasi luar negeri saling menguatkan demi kesejahteraan rakyat.
  • Presiden Prabowo Subianto memastikan penanganan berbagai bencana dan karhutla di daerah tuntas sebelum bertolak ke Rusia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menuntaskan penanganan berbagai masalah domestik sebelum melakukan lawatan kerja ke Rusia. Penanganan persoalan dalam negeri tersebut mencakup mitigasi bencana gempa bumi serta kebakaran hutan dan lahan.

Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menyampaikan keterangan resmi tersebut pada Senin, 7 September 2026. Pemerintah memastikan penanganan urusan bahan pokok masyarakat dan lapangan kerja terus berjalan secara lancar.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari memberikan penjelasan mengenai komitmen Presiden Indonesia tersebut. Prabowo terbang menuju Provinsi Kalimantan Barat untuk menggelar rapat koordinasi pada 22 Agustus 2026.

"Karena itu sebelum melakukan kunjungan ke luar negeri Presiden Prabowo selalu memastikan lebih dulu bahwa semua persoalan di dalam negeri sudah ditangani dengan baik," kata Qodari.

Kepala negara meninjau langsung penanganan kebakaran hutan bersama jajaran menteri dan pemerintah daerah setempat. Prabowo kemudian melanjutkan pemantauan karhutla ke Kalimantan Tengah, Riau, serta Palembang pada 24 Agustus 2026.

Qodari menyatakan bahwa masyarakat sempat menanyakan manfaat nyata dari agenda diplomasi ke Rusia tersebut. Prabowo sebelumnya juga mendatangi Kabupaten Nagekeo di Nusa Tenggara Timur pada 26 Agustus 2026.

"Pemerintah memahami bahwa publik kerap bertanya, apa manfaat langsung dari kunjungan luar negeri Presiden ke Rusia beberapa hari lalu?" ujar Qodari.

Ia menegaskan bahwa diplomasi internasional selalu diarahkan untuk memperjuangkan seluruh kepentingan nasional masyarakat Indonesia. Presiden menghadiri agenda forum Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 saat berada di negara Rusia.

"Bagi Presiden Prabowo, setiap agenda kunjungan luar negeri selalu diarahkan sebagai bagian dari upaya mencari solusi, membuka peluang ekonomi, dan membawa manfaat nyata kembali ke Indonesia," katanya.

Qodari menyampaikan bahwa peluang ekonomi luar negeri memperkuat investasi dan penciptaan lapangan kerja domestik. Indonesia mengajak para pelaku usaha global menanamkan modal dan menciptakan nilai tambah industri nasional.

Kerja sama perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia berpeluang menggandakan nilai transaksi bilateral. Penguatan kerja sama sektor pangan serta energi juga diarahkan untuk memperkokoh kemandirian bangsa Indonesia.

Ia menyebut penyelesaian persoalan domestik dan diplomasi luar negeri saling melengkapi satu sama lain. Langkah strategis pemerintah tersebut bertujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan hidup seluruh rakyat di Indonesia.

"Oleh karena itu, bagi Indonesia, mengatasi tantangan di dalam negeri dan memperjuangkan kepentingan nasional melalui diplomasi bukanlah dua hal yang bertentangan," kata Qodari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....