BAZNAS RI Tegaskan Dana ZIS Tidak Digunakan untuk Buku Islam Ala Prabowo
- 08 Sep 2026 03:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak digunakan dalam pembuatan maupun penerbitan buku Islam Ala Prabowo.
- Keterlibatan BAZNAS dalam peluncuran buku tersebut pada 2025 disebut hanya berkaitan dengan hubungan kelembagaan dan literasi dakwah keagamaan.
- Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, , mengatakan kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan ZIS melalui BAZNAS merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak digunakan dalam pembuatan maupun penerbitan buku Islam Ala Prabowo. Keterlibatan BAZNAS dalam peluncuran buku tersebut pada 2025 disebut hanya berkaitan dengan hubungan kelembagaan dan literasi dakwah keagamaan.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, , mengatakan kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan ZIS melalui BAZNAS merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Amanah tersebut, menurutnya, terus dijaga melalui pengelolaan dana ZIS sesuai ketentuan.
"Kepercayaan Bapak dan Ibu untuk mempercayakan ZIS melalui BAZNAS adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang senantiasa kami jaga," ujar Sodik. "Kami berkomitmen menjaga amanah dan kepercayaan muzaki sebaik-baiknya," ucapnya.
Sodik mengatakan, penjelasan tersebut disampaikan untuk merespons perhatian masyarakat terhadap peluncuran buku Islam Ala Prabowo. BAZNAS, menurutnya, perlu memberikan informasi secara terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai posisi lembaga dalam kegiatan tersebut.
"Pembuatan dan penerbitan buku tersebut sama sekali tidak menggunakan dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat melalui BAZNAS," tegas Sodik. "Buku tersebut juga tidak ditulis maupun diterbitkan oleh tim BAZNAS," katanya.
Ia menjelaskan, keterlibatan BAZNAS dalam peluncuran buku pada Rakornas BAZNAS 2025 berada dalam konteks sinergi kelembagaan. Sinergi tersebut melibatkan MUI, Kementerian Agama, dan MPR dalam penguatan literasi dakwah keagamaan.
Sodik menegaskan, keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan tersebut bukan merupakan bentuk keterlibatan lembaga dalam politik praktis. BAZNAS tetap menjalankan tugas dan fungsi pengelolaan ZIS sesuai amanah masyarakat dan ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, Sodik menyampaikan Presiden Prabowo Subianto, baik sebagai pribadi maupun Kepala Negara, selama ini memberikan perhatian terhadap tugas dan fungsi BAZNAS. Dukungan tersebut, menurutnya, mencakup dukungan kebijakan serta amanah zakat, infak, dan sedekah pribadi kepada BAZNAS.
"Selain dukungan kebijakan, beliau juga mengamanahkan zakat, infak, dan sedekah pribadi kepada BAZNAS," ungkap Sodik. "Bersama tim BAZNAS, saat ini kami sedang memilih beberapa program unggulan BAZNAS untuk disampaikan kepada rakyat Indonesia," ujarnya.
Sodik menegaskan BAZNAS menghormati perhatian dan kritik yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, masukan publik menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana ZIS.
"Terima kasih kepada para muzaki dan kepada masyarakat yang terus mengingatkan kami untuk menjaga amanah dan kepercayaan muzaki sebaik-baiknya," ucap Sodik. Ia menambahkan, BAZNAS akan terus menjaga pengelolaan dana ZIS secara amanah dan bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....