Waspada, Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Menyebar di Jawa Barat
- 08 Sep 2026 07:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terpantau di sejumlah wilayah Jawa Barat.
- Meski erupsi menerus berakhir setelah 25 jam, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan dinamika.
- PVMBG mempertahankan Level III atau Siaga karena potensi letusan, lontaran material, hujan abu, dan aliran lava masih ada.
RRI.CO.ID, Jakarta - Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menyebar di sejumlah wilayah Jawa Barat hingga Selasa, 8 September 2026. Meskipun rangkaian erupsi menerus gunung api di Selat Sunda itu telah berakhir.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat satu episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau berlangsung selama 25 jam. Erupsi terjadi sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.
Namun, berakhirnya erupsi menerus tersebut tidak serta-merta menghentikan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Status gunung api masih berada pada Level III atau Siaga.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria menyoroti kondisi Gunung Anak Krakatau selama periode 6-7 September. Ia mengatakan bahwa kondisi masih menunjukkan dinamika aktivitas vulkanik.
"Selama periode 6-7 September 2026, gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut, cuaca cerah hingga mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut, dengan suhu udara sekitar 26°C-31°C," ucapnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Selasa, 8 September 2026.
Berdasarkan pantauan visual dan kamera pengawas atau CCTV, Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi tipe strombolian. Kolom abu berwarna hitam masih teramati, meski ketinggiannya tidak dapat dipastikan secara visual.
Ia menegaskan berakhirnya episode erupsi menerus bukan berarti aktivitas Gunung Anak Krakatau telah sepenuhnya berhenti. Erupsi berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB setelah 25 jam.
PVMBG pun masih mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga. Potensi letusan dalam waktu dekat masih ada, termasuk lontaran material pijar, hujan abu lebat hingga aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi.
"Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau akan dievaluasi kembali secara berkala atau jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Status Level III atau Siaga ini tetap berlaku selama laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....