BGN Tutup 1.999 Dapur SPPG Penyedia MBG, Ini Alasan dan Sebarannya!

  • 08 Sep 2026 10:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BGN RI mengambil langkah tegas, dengan menghentikan sementara operasional 1.999 dapur SPPG di berbagai daerah di Indonesia.
  • Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, kepemilikan SLHS merupakan salah satu persyaratan penting dalam penyelenggaraan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Sebagaimana publik ketahui, syarat SLHS, sertifikasi laik higiene, dan sanitasi menjadi satu syarat mutlak.

RRI.CO.ID, Jakarta - BGN RI mengambil langkah tegas, dengan menghentikan sementara operasional 1.999 dapur SPPG di berbagai daerah di Indonesia. Hal itu, dilakukan setelah dapur-dapur tersebut diketahui belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) kepada dinas kesehatan setempat.

Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, kepemilikan SLHS merupakan salah satu persyaratan penting dalam penyelenggaraan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Karena itu, setiap SPPG wajib memenuhi ketentuan tersebut untuk memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan.

“Sebagaimana publik ketahui, syarat SLHS, sertifikasi laik higiene, dan sanitasi menjadi satu syarat mutlak. Dalam penyelenggaraan dapur yang menyelenggarakan Makan Bergizi Gratis,” kata Sudaryono dalam keterangan persnya, di Jakarta, dikutip Selasa, 8 September 2026.

Menurut Sudaryono, BGN terus melakukan pemeriksaan dan verifikasi terhadap puluhan ribu dapur SPPG yang menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG. Dari total 27.485 dapur SPPG yang sebelumnya tercatat, proses penyisiran kemudian membuat jumlah dapur yang beroperasi di angka 27.022.

Hal tersebut, berdasarkan hasil koordinasi terbaru dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 7 September 2026 pukul 17.00 WIB. BGN menemukan, 1.999 dapur SPPG yang belum melakukan pendaftaran SLHS.

“Dapur-dapur sebanyak 1.999 ini tidak melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan masing-masing. Artinya, bukan mendaftar lalu syaratnya tidak dipenuhi, melainkan tidak melakukan pendaftaran sama sekali,” ucap Sudaryono.

Setelah dilakukan konfirmasi dan evaluasi secara bertahap, BGN memutuskan, menghentikan sementara kegiatan 1.999 dapur tersebut. Penutupan itu, dilakukan agar seluruh dapur yang bermasalah dapat menjalani proses investigasi lebih lanjut sebelum diizinkan kembali beroperasi.

Sebaran dapur SPPG yang ditutup sementara cukup luas dan mencakup berbagai wilayah Indonesia. Berikut rinciannya:

• Sebanyak 351 dapur berada di wilayah Sumatra

• Sebanyak 1.417 dapur berada di Jawa dan Banten

• Sebanyak 231 dapur lainnya tersebar di Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

“Pada hari ini saya nyatakan 1.999 dapur SPPG ini saya tutup untuk kemudian kami lakukan investigasi,” ujar Sudaryono. BGN menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG.

Pemerintah ingin memastikan standar kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas gizi tetap terjaga sebelum makanan diberikan kepada masyarakat. Penutupan sementara juga menjadi bentuk komitmen BGN untuk menempatkan keselamatan penerima manfaat sebagai prioritas dalam pelaksanaan MBG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....