Penyeberangan Merak Normal usai Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Justru Menurun

  • 07 Sep 2026 13:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Terhadap operasional penyeberangan masih berjalan. Hanya memang terjadi penurunan jumlah penumpang
  • Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengatakan, kondisi di kawasan Merak belum menunjukkan dampak di luar kondisi normal.
  • Kondisi di Merak sebagaimana yang saya sampaikan kemarin masih belum terdampak ya, meski abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau. tidak ada gejala-gejala yang di luar normal selain abu tentunya

RRI.CO.ID, Jakarta - Aktivitas penyeberangan kapal laut di Pelabuhan Merak, Banten, masih berjalan normal setelah erupsi Gunung Anak Krakatau. Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengatakan, kondisi di kawasan Merak belum menunjukkan dampak di luar kondisi normal.

"Kondisi di Merak sebagaimana yang saya sampaikan kemarin masih belum terdampak ya, meski abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau. tidak ada gejala-gejala yang di luar normal selain abu tentunya," kata Dudy saat ditemui di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Senin, 7 September 2026.

Menurut Dudy, operasional penyeberangan di Pelabuhan Merak masih berjalan seperti biasa. Namun, jumlah penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan, diakuinya mengalami penurunan.

"Terhadap operasional penyeberangan masih berjalan. Hanya memang terjadi penurunan jumlah penumpang," ucap Dudy.

Kemudian, Dudy mengatakan, pemerintah sebelumnya memperkirakan penutupan sementara bandara dapat membuat masyarakat beralih menggunakan jalur penyeberangan Merak-Bakauheni. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan, sebagian masyarakat justru memilih membatalkan perjalanan mereka.

"Jadi tidak seperti yang kita bayangkan bahwa akan tertutupnya bandara kemudian masyarakat beralih. Ternyata masyarakat banyak yang memilih untuk membatalkan perjalanan penyeberangannya." ujar Dudy.

Dengan kondisi tersebut, ia menuturkan, pemerintah belum perlu menambah jumlah kapal yang beroperasi di lintasan Merak-Bakauheni. Dudy menyebut, keputusan itu diambil karena jumlah penumpang yang menggunakan layanan penyeberangan justru mengalami penurunan.

"Secara operasional masih berfungsi normal, namun demikian jumlah penumpang malah berkurang. Jadi kita tidak menambah kapal karena jumlah penumpang itu berkurang," kata Dudy.

Pemerintah hingga kini terus memantau perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap aktivitas transportasi. Pemantauan dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat serta kelancaran operasional transportasi di wilayah terdampak abu vulkanik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....