Penerbangan Tertunda, Penumpang Keluhkan Kerugian dan Bolak-balik Bandara Soetta
- 07 Sep 2026 12:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sejumlah penumpang terdampak penundaan dan pembatalan penerbangan di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Selama di Jakarta, Yusta mengaku, dalam rangka melayat sang kakak yang meninggal dunia. Pada hari ini, Senin, 7 September 2026, ia berencana kembali ke Belitung menggunakan pesawat Sriwijaya Air.
- Anak saya sampai pulang-pergi ke Bandara Soetta naik Damri. Sudah mengeluarkan uang Rp80 ribu untuk datang dan pulang lagi Rp80 ribu, sudah keluar Rp160 ribu
RRI.CO.ID, Jakarta - Sejumlah penumpang terdampak penundaan dan pembatalan penerbangan di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Yusta, salah satu penumpang mengaku, mengalami perubahan rencana perjalanan dan mengeluarkan biaya tambahan setelah penerbangannya menuju Bangka Belitung tertunda.
Selama di Jakarta, Yusta mengaku, dalam rangka melayat sang kakak yang meninggal dunia. Pada hari ini, Senin, 7 September 2026, ia berencana kembali ke Belitung menggunakan pesawat Sriwijaya Air.
Kondisi serupa, ia mengatakan, juga dialami anaknya yang harus beberapa kali datang dan kembali dari Bandara Soekarno-Hatta menggunakan bus Damri. Menurutnya, sang anak bahkan harus mengeluarkan biaya sekitar Rp160 ribu hanya untuk perjalanan pulang-pergi menggunakan Damri.
"Anak saya sampai pulang-pergi ke Bandara Soetta naik Damri. Sudah mengeluarkan uang Rp80 ribu untuk datang dan pulang lagi Rp80 ribu, sudah keluar Rp160 ribu," kata Yusta kepada RRI.CO.ID saat ditemui di Terminal 1 Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Senin, 7 September 2026.
Kondisi tersebut semakin menyulitkan, kata Yusta, anaknya bekerja sebagai PNS dan berprofesi sebagai guru yang memiliki kewajiban mengajar. Karena penerbangannya terdampak, sang anak harus mencari alternatif perjalanan agar tetap dapat kembali dan menjalankan tugasnya sebagai pengajar.
"Anak saya PNS untuk mengajar, jadi batal (terbang). Kemarin sudah di-refund, hari ini pulang lewat darat ke Palembang karena dia mengejar untuk bisa mengajar," ucap Yusta.
Sementara, Yusta mengaku, tetap memilih melakukan perjalanan menuju Belitung menggunkan pesawat terbang. Ia mengatakan, tidak terlalu mempermasalahkan pembatalan penerbangan karena dirinya tidak memiliki kewajiban mengajar seperti anaknya.
"Saya posisi dibatalkan dulu tidak apa-apa, karena tidak ada kendala mengajar. Saya cuma ibu rumah tangga biasa," ujar Yusta.
Dalam menunggu jadwal penerbangan selanjutnya, ia mengaku, memilih kembali ke Jakarta dan menuju rumah saudaranya. Dalam perjalanan pulang, ia memilih menggunakan Damri karena tidak ingin merepotkan anaknya yang sedang bekerja.
"Kalau mau minta jemput, anak lagi kerja, kasihan. Jadi terpaksa naik Damri lagi," kata Yusta.
Ke depannya, ia berharap,bpihak maskapai dapat memberikan informasi yang jelas kepada penumpang terkait kepastian penerbangan. Menurutnya, kepastian informasi sejak awal akan membantu penumpang menghindari kerugian dan perjalanan yang tidak perlu ke bandara.
"Harapan saya kepada maskapai, berikanlah yang terbaik, jangan sampai mengecewakan. Kalau mau berangkat ya bilang berangkat, kalau belum ya bilang belum," ucap Yusta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....