Maskapai Pastikan Para Penumpang yang Menginap di Soetta Dapat Makan dan Minum
- 07 Sep 2026 12:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Erupsi Gunung Anak Krakatau, di Banten, ternyata tidak hanya membuat runyam jadwal penerbangan pada sejumlah Bandara Udara di Indonesia.
- Merespons hal itu, pihak Maskapai Lions Air mengaku, para penumpang yang menginap tetap diberikan minuman dan cemilan.
- Kalau fasilitas penginapan kami tidak menyediakan. Namun, kalau seperti cemilan, air minum, dan makanan ringan kita beritakan
RRI.CO.ID, Jakarta - Erupsi Gunung Anak Krakatau, di Banten, ternyata tidak hanya membuat runyam jadwal penerbangan pada sejumlah Bandara Udara di Indonesia. Imbas erupsi, membuat para penumpang sampai menginap di bandara, salah satunya di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.
Merespons hal itu, pihak Maskapai Lions Air mengaku, para penumpang yang menginap tetap diberikan minuman dan cemilan. Hal tersebut, merupakan kompensasi penumpang yang jadwal penerbangannya tertunda ataupun dibatalkan karena erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Kalau fasilitas penginapan kami tidak menyediakan. Namun, kalau seperti cemilan, air minum, dan makanan ringan kita beritakan," kata Direktur of Airport Service and Facilities Lions Group, Ariga Cakrawala Putera saat ditemui RRI.CO.ID di Terminal 1 Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Senin, 7 September 2026.
Ariga mengatakan, total penumpang Lions Air yang melakukan refund dan reschedule penerbangan sebanyak 6.000 orang untuk hari ini. Hal itu, berdasarkan data yang dihimpunnya sejak Senin pagi, pukul 08.00 WIB.
"Total hari ini untuk di Cengkareng Terminal 1 B, untuk penumpangnya itu kurang lebih sekitar 6.000 (penumpang). Itu dari shift pagi ya dari jam 08:00 WIB ketemu jam 20:00 WIB ini," ucap Ariga.
Kemudian, Ariga menuturkan, pihak Lions Air pada dasarnya tetap menyiapkan pesawat yang siap untuk dilakukan penerbangan. Namun, kapan penerbangan itu akan dilakukan, pihaknya masih menunggu pihak Bandara Soetta.
"Kalau untuk kejelasan jadwal kapan diberangkatkan, itu kita belum bisa pastikan. Tetapi kami siapkan setiap harinya, itu flight flight ke rute-rute yang sudah ada gitu loh ya," ujar Ariga.
Manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyampaikan, permohonan maaf atas penghentian sementara operasional penerbangan. Kebijakan darurat akibat erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut diperpanjang hingga Senin pukul 08.59 WIB.
Calon penumpang diimbau untuk memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara. Dampak sebaran abu vulkanik tersebut memicu gangguan perjalanan bagi 119.215 orang penumpang di terminal.
Penutupan operasional sementara berimbas langsung pada akumulasi 923 penerbangan domestik internasional serta kargo angkutan. Penanganan layanan pengguna jasa penerbangan terus dimaksimalkan demi menjaga kenyamanan calon penumpang yang tertahan.
Assistant Deputy Communication and Legal PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Soekarno-Hatta Yudistiawan memaparkan permohonan maaf manajemen. Keterangan pers tertulis mengenai imbauan operasional disiarkan di Jakarta pada Senin, 7 September 2026.
| Baca juga: Bandara Soetta Aktifkan 'Service Recovery' |
"Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan sampai pukul 08.59 WIB," kata Yudistiawan.
Yudistiawan menekankan pentingnya calon penumpang memantau pembaruan jadwal agar tidak terjadi penumpukan berlebih di bandara. Pengguna jasa penerbangan dapat memanfaat fasilitascontact centerInJourney Airports 172 untuk konsultasi informasi.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa bandara untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan," ujar Yudistiawan.
Yudistiawan menjabarkan total 671 rute penerbangan domestik yang terdampak oleh penutupan sementara operasional penerbangan. Layanan penerbangan internasional mencatatkan 232 jadwal terdampak serta 20 penerbangan kargo yang terhenti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....