Dampak Abu Vulkanik, Jakarta Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
- 06 Sep 2026 20:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengeluarkan Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan Nomor 91/SE/2026 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap abu vulkanik.
- Abu vulkanik dengan partikel tipis, memiliki risiko siswa terpapar
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta warga Jakarta tetap tenang
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta memutuskan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), terhitung Senin 7 September 2026. Aktivas belajar dari rumah imbas dari abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kegiatan belajar PJJ tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan Nomor 91/SE/2026. Surat edaran tentang peningkatan kewaspadaan terhadap abu vulkanik.
Kebijakan PJJ merupakan upaya dari pemerintah untuk melindungi siswa dan guru dari potensi paparan abu vulkanik. Didalam surat edaran disebutkan, abu vulkanik merupakan partikel sangat kecil dan berisiko terpapar warga sekolah.
“Partikel sangat kecil yang terbawa angin bertiup dan berisiko kesehatan berisiko terpapar warga sekolah. Melaksanakan penyelenggaraan pembelajaran dilakukan dengan metode pembelajaran jarak jauh,” demikian isi dari SE yang diunggah di Instagram Pemprov DKI Jakarta, Minggu, 6 September 2026.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan abu vulkanik menyebar ke sejumlah provinsi di Indonesia salah satunya adalah Jakarta. Ia meminta warga Jakarta untuk tetap tenang.
“Abu vulkanik level III, abu menyebar ke wilayah di Indonesia termasuk DKI Jakarta. Kepada seluruh warga Jakarta, tetap tenang dan waspada,” kata Gubernur Pramono.
Pramono meminta warga Jakarta untuk menjaga diri dari paparan debu vulkanik dengan menerapkan pola 5 M. Pola tersebut diantaranya memakai masker, menutup pintu, jendela, menutup sumber air, membersihkan abu dengan membasahi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Mari lindungi diri dan orang-orang tersayang dengan menerapkan 5M. Jaga Jakarta dengan menjaga diri kita dari abu vulkanik,” ujarnya.
Gubernur Pramono juga meminta warga untuk segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan pernapasan dan penglihatan. Warga juga dapat menghubungi 112 dalam keadaan darurat agar mendapatkan penanganan dengan cepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....