Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Lima Bandara ditutup

  • 06 Sep 2026 12:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menyebut ada lima bandara yang ditutup imbas dari erupsi Gunung Anak Krakatau
  • Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau berbahaya untuk penerbangan
  • Pemerintah terus memantau pergerakan sebaran abu vulkani Anak Krakatau

RRI.CO.ID, Jakarta- Lima bandar udara (Bandara) ditutup imbas erupsi Gunung Anak Krakatau. Aktivitas Anak Krakatau kembali meningkat dan terbaru terjadi erupsi pada Minggu pukul 03.53WIB.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BNPB. Sampai dengan hari ini pukul 10.25WIB, ada lima bandara yang ditutup,” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, dalam keterangan secara virtual, Minggu, 6 September 2026.

Adapun lima bandara tersebut yaitu Bandara Internasional Soekarno Hatta di Banten yang ditutup 08.36WIB, Bandara Internasional Radin Inten II (TKG) di Lampung ditutup hingga pukul 14.00WIB. Bandar Udara Budiarto di Banten yang ditutup hingga pukul 13.30WIB, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta ditutup mulai pukul 09.49WIB hingga pukul 14.00WIB.

Kemudian, Bandara lapangan terbang Pondok Cabe, Banten yang ditutup hingga pukul 14.00WIB. Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F Laisa mengatakan pihaknya terus memantau pergerakan debu vulkanik dengan berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Kami terus memantau pergerakan . Kami punya grup dengan teman-teman stake holder, BMKG, Airport, Airnav Indonesia sehingga kita bisa update berpegerakan abu vulkanik,” kata Lukman.

Lukman mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai sebaran abu vulkanik dari pusat peringatan abu vulkanik di Darwin, Australia pada Sabtu 5 September 2026 pkl 07.10WIB. Monitoring untuk memantau sebaran abu vulkanik.

“Sampai dengan pukul 01.30WIB, abu vulkanik telah mencapai Bandara Soekarno-Hatta. Setelah itu kita lakukan paper tes dan kita terbitkan NOTAM close aerodrome," ujar Lukman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....