Operasional Bandara Soetta Masih Ditutup hingga Pukul 13.30 WIB, SRA Diaktifkan
- 06 Sep 2026 12:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebagai langkah antisipasi terhadap penumpang yang terdampak, pihak pengelola mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA)
RRI.CO.ID, Tangerang - Penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) diperpanjang hingga pukul 13.30 WIB, imbas abu erupsi Gunung Anak Krakatau. Sebagai langkah antisipasi terhadap penumpang yang terdampak, pihak pengelola mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA).
"Penghentian operasional penerbangan diperpanjang sampai pukul 13.30 WIB," ujar General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, Minggu 6 September 2026. Para pengguna jasa bandara dan penerbangan Bandara Soetta diminta untuk mengecek kembali jadwal penerbangan.
Ass Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan menambahkan SRA diaktifkan untuk memastikan kebutuhan penumpang tetap terpenuhi selama periode penutupan sementara. "Bandara Soetta telah mengaktifkan SRA dengan menyediakan makanan dan minuman ringan bagi penumpang," katanya.
Selain itu pihak bandara juga menyiapkan bus di setiap terminal untuk mendukung mobilitas penumpang menuju hotel. Menurut Yudistiawan, penyediaan transportasi tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan masing-masing maskapai.
"Bandara juga menyiapkan bus di setiap terminal untuk mendukung mobilitas penumpang menuju hotel," ucapnya. Menurut dia, hal itu dilakukan melalui koordinasi dengan pihak maskapai.
Sejumlah fasilitas pendukung turut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan penumpang selama operasional penerbangan terdampak. Posko di Terminal 1B juga telah dibuka untuk memudahkan koordinasi serta penanganan kondisi operasional di lapangan.
Di sisi layanan komersial, manajemen Bandara Soetta juga berkoordinasi dengan para tenant di terminal. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan layanan kepada penumpang tetap tersedia selama periode penutupan sementara.
"Manajemen juga telah berkoordinasi dengan para tenant di terminal untuk memastikan operasional layanan dapat berlangsung selama 24 jam," kaya Yudis. "Sehingga, kebutuhan penumpang selama periode penutupan sementara dapat tetap terlayani."
Penerbangan menuju Simgapura dan Makasar paling terdampak penutupan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hal itu seiring adanya sebaran abu vulkanik akubat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F Laisa. "Rute penerbangan dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak meliputi domestik utama, Makassar dengan total 16 pergerakan pesawat dan internasional utama, Singapura dengan total 11 pergerakan pesawat," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....