Erupsi Anak Krakatau, 22.798 Penumpang Bandara Soetta Terdampak
- 06 Sep 2026 08:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebanyak 22.798 penumpang terdampak akibat penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta
- Hal itu seiring adanya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga 33 penerbangan tertunda dan dibatalkan
RRI.CO.ID, Tangerang - Sebanyak 22.798 penumpang terdampak akibat penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hal itu seiring adanya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga 33 penerbangan tertunda dan dibatalkan.
"Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 05.30 WIB, sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak akibat penutupan wilayah udara tersebut. Total penumpang yang terdampak mencapai 22.798 orang," ujar Ass Deputi and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, Minggu 6 Srpetember 2026.
Sementara itu, sambung Yudis, sebanyak 170 pesawat yang sedang Remain Over Night (RON) dipastikan dalam kondisi aman dan berada di area apron. Rinciannya, 66 pesawat berada di Terminal 1, 51 pesawat di Terminal 2, 49 pesawat di Terminal 3, dan empat pesawat di area kargo.
Dia menyebut dampak operasional juga terjadi pada penerbangan domestik dan internasional. Untuk rute domestik, Makassar (UPG) menjadi rute dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak, yakni 16 pergerakan pesawat. Sedangkan untuk penerbangan internasional, rute Singapura (SIN) tercatat menjadi yang paling banyak terdampak dengan 11 pergerakan pesawat.
Penanganan penerbangan internasional mencakup 16 pembatalan, tujuh penundaan dan lima penjadwalan kembali. Dampak tersebut terjadi pada sejumlah rute, seperti Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.
"Sementara pada penerbangan domestik, terdapat empat pembatalan dan satu penerbangan yang dialihkan. Yakni untuk rute Lampung, Denpasar dan Surabaya," kata dia.
Diketahui, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan pihak pengelola memperpanjang penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Awalnya berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, mulai pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB, menjadi pukul 09.30 WIB.
Hal itu seiring adanya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Alhasil, 33 penerbangan terdampak
"Hal tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut hasil paper test hari ini pukul 00.35 WIB - 01.05 WIB menunjukkan hasil positif. Dimana adanya indikasi sebaran abu vulkanik di Bandara Internasional Seokarno-Hatta," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa dalam, Minggu 6 September 2026.
Berdasarkan data monitoring per 5 September 2026 pukul 22.00 WIB, terdapat 33 penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta yang terdampak. Pada penerbangan internasional terdapat 16 pembatalan, tujuh penundaan dan lima penjadwalan kembali.
Dia membeberkan rute penerbangan yang terkena dampak yaitu penerbangan menuju dan dari Singapura (SIN), Hong Kong (HKG), Sydney (SYD), Seoul/Incheon (ICN), Doha (DOH), Amsterdam (AMS), dan Kuala Lumpur (KUL). Pada penerbangan domestik terdapat empat pembatalan dan satu penerbangan yang dialihkan.
Rute penerbangan yang terdampak yaitu penerbangan dari dan ke Lampung (TKG), menuju Denpasar (DPS) dan menuju Surabaya (SUB). Ditjen Perhubungan Udara juga memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan jadwal penerbangan pada 6 September 2026, mengingat adanya potensi dampak berantai (cascading impact) terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, serta kapasitas terminal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....