Soetta, Halim, dan Radin Inten Belum Dibuka, Ini Estimasi Waktu Operasionalnya
- 06 Sep 2026 13:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penutupan operasional tiga bandara utama di Indonesia, kembali diperpanjang menyusul masih masifnya sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
- NOTAM AirNav Indonesia itu, memperpanjang masa penutupan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Halim Perdanakusuma, dan Radin Inten II.
- Bandara Soekarno-Hatta menjadi bandara yang memiliki estimasi pembukaan paling awal, yakni pukul 13.30 WIB
RRI.CO.ID, Jakarta - Penutupan operasional tiga bandara utama di Indonesia, kembali diperpanjang menyusul masih masifnya sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. AirNav Indonesia menerbitkan, sejumlah Notice to Airmen (NOTAM) terbaru pada Minggu, 6 September 2026.
NOTAM AirNav Indonesia itu, memperpanjang masa penutupan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Halim Perdanakusuma, dan Radin Inten II. Perpanjangan tersebut, dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.
Ketiga bandara tersebut, AirNav Indonesia menjelaskan, memiliki estimasi waktu pembukaan yang berbeda. Namun, seluruhnya masih menunggu evaluasi kondisi ruang udara.
Berdasarkan data operasional terkini, berikut rincian penutupan sementara tiga bandara utama sesuai NOTAM AirNav Indonesia hari ini:
- Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) masih berstatus closed berdasarkan NOTAM A3346/26. NOTAM tersebut merupakan revisi dari A3344/26 dan berlaku mulai pukul 08.36 WIB, dengan estimasi pembukaan kembali pada pukul 13.30 WIB.
- Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH) juga diperpanjang masa penutupannya melalui NOTAM A3347/26. NOTAM yang merupakan revisi dari A3345/26 tersebut mulai berlaku pukul 09.49 WIB, dengan estimasi bandara kembali dibuka pada pukul 14.00 WIB.
- Bandara Radin Inten II Lampung (WILL). Penutupan bandara diperpanjang melalui NOTAM B1125/26 sebagai revisi dari B1124/26, yang berlaku mulai pukul 09.55 WIB dengan estimasi operasional kembali normal pada pukul 14.00 WIB.
Dengan demikian, Bandara Soekarno-Hatta menjadi bandara yang memiliki estimasi pembukaan paling awal, yakni pukul 13.30 WIB. Sedangkan, Bandara Halim Perdanakusuma dan Radin Inten II masing-masing diperkirakan baru dapat kembali beroperasi sekitar pukul 14.00 WIB.
"AirNav Indonesia terus memantau pergerakan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau melalui Indonesia Network Management Center (INMC). Pemantauan dilakukan selama 24 jam untuk memperoleh perkembangan terbaru mengenai kondisi ruang udara yang terdampak," kata AirNav Indonesia dalam keterangan resminya, di Jakarta, Minggu, 6 September 2026.
Pembaruan informasi, AirNav Indonesia menjelaskan, aeronautika juga dilakukan secara berkala untuk menjadi dasar pengambilan keputusan operasional penerbangan. Langkah tersebut, sekaligus memastikan aspek keselamatan penerbangan tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan status ruang udara.
AirNav Indonesia juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor penerbangan. "Agar perubahan status operasional ruang udara dapat segera disampaikan secara akurat dan tepat waktu kepada maskapai, operator bandara, serta masyarakat," ucap AirNav Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....