Polisi Larang Nelayan dan Wisatawan Dekati Anak Krakatau dalam Radius 3 Km

  • 06 Sep 2026 10:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polda Lampung memperketat patroli untuk mencegah nelayan dan wisatawan memasuki radius tiga kilometer Anak Krakatau.
  • Petugas menemukan nelayan dan sebuah speed fiber mendekati kawasan terlarang sebelum diarahkan meninggalkan lokasi.
  • Anak Krakatau masih berstatus Level III dengan aktivitas erupsi menerus yang sempat menyerupai lava fountain.

RRI.CO.ID, Lampung – Polda Lampung memperketat patroli perairan Anak Krakatau yang masih berstatus Level III atau Siaga. Pengawasan dilakukan untuk mencegah nelayan dan wisatawan memasuki radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Patroli melibatkan BKSDA, Satpolair, Humas, Dokkes Polres Lampung Selatan, serta Ditpolair Polda Lampung. Kegiatan berlangsung sejak Sabtu, 29 Agustus hingga Minggu, 30 Agustus 2026.

Dalam patroli Minggu pagi, petugas menemukan sejumlah nelayan menangkap ikan menggunakan jaring dalam radius larangan. Personel kemudian menghampiri nelayan tersebut dan meminta mereka segera menjauh dari kawasan Anak Krakatau.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Isawandari Yuyun mengatakan keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama. Patroli juga dilakukan agar masyarakat memahami risiko berada terlalu dekat dengan gunung api aktif.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, sehingga nelayan dan wisatawan harus mematuhi radius aman. Jangan memaksakan diri mendekati Anak Krakatau,” katanya dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 6 September 2026.

Selain memberikan teguran, personel Dokkes membagikan masker sebagai antisipasi terhadap paparan abu vulkanik. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian edukasi keselamatan kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan.

Pengawasan kembali dilakukan ketika petugas melihat sebuah speed fiber putih mendekati Anak Krakatau. Kapal tersebut terlihat berada di sekitar kawasan terlarang sekitar pukul 10.30 WIB.

Petugas kemudian bergerak mendekati kapal untuk memberikan peringatan kepada awaknya. Namun, kapal langsung berbalik arah dan meninggalkan kawasan menuju perairan Banten.

Temuan tersebut membuat kepolisian kembali mengingatkan pengelola kapal wisata agar tidak membawa pengunjung mendekati kawasan terlarang. Imbauan serupa diberikan kepada nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar gugus Anak Krakatau.

“Kami mengimbau pengelola kapal wisata, nelayan, dan masyarakat tidak membawa wisatawan ke kawasan terlarang. Jangan sampai keinginan melihat gunung api justru membahayakan keselamatan,” ujarnya.

Untuk memperkuat imbauan, petugas memasang banner larangan beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Sosialisasi mengenai bahaya aktivitas vulkanik juga dilanjutkan kepada masyarakat dan wisatawan di Pulau Sebesi.

Peringatan tersebut semakin penting karena aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III. Berdasarkan laporan Badan Geologi, aktivitas erupsi juga terus berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

Pada Jumat, 4 September 2026, pukul 23.07 WIB, terjadi erupsi menerus disertai suara gemuruh. Fenomena tersebut teramati menyerupai lava fountain atau air mancur lava.

Badan Geologi menyebut erupsi menerus seperti itu dapat berlangsung selama beberapa jam. Masyarakat pesisir Lampung dan Banten diminta tetap tenang serta mengikuti informasi resmi pemerintah.

Yuni kembali menegaskan Anak Krakatau tidak boleh diperlakukan sebagai objek wisata yang dapat didekati bebas. Status Siaga membuat masyarakat diminta tidak mengambil risiko memasuki wilayah yang telah dinyatakan berbahaya.

“Anak Krakatau merupakan gunung api aktif dan saat ini berada pada Level III. Masyarakat jangan mengambil risiko mendekati kawasan terlarang,” katanya.

Selain patroli laut, personel gabungan juga membagikan masker kepada wisatawan di sekitar Pulau Sebesi. Kegiatan itu sekaligus digunakan untuk mengingatkan pentingnya mengikuti informasi resmi mengenai aktivitas gunung.

Seluruh rangkaian patroli berakhir sekitar pukul 15.00 WIB setelah tim kembali menuju PPI Kalianda. Selama kegiatan berlangsung, situasi perairan sekitar Anak Krakatau dilaporkan tetap aman dan terkendali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....