Apa Itu Lava Fountain? Fenomena Muncul saat Anak Krakatau Erupsi, Ini Penjelasannya
- 06 Sep 2026 10:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Banten, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan fenomena yang menyerupai lava fountain (air mancur lava).
- Tinggi kolom erupsi tidak teramati, akan tetapi warna merah menyala semburan erupsi terlihat jelas secara menerus
- Fenomena erupsi ini menyerupai ‘lava fountain’ atau lava air mancur yang menghasilkan aliran lava. Erupsi menerus dalam durasi beberapa jam yang berasosiasi dengan erupsi lava air mancur adalah fenomena umum yang sering terjadi
RRI.CO.ID, Jakarta - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Banten, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan fenomena yang menyerupai lava fountain (air mancur lava). Lava fountain itu, tidak hanya menghasilkan semburan merah menyala dan aliran lava, tetapi juga menimbulkan suara gemuruh serta getaran.
Apa itu lava fountain Gunung Anak Krakatau di Banten? simak penjelasan rincinya dalam artikel ini. PVMBG Kementerian ESDM menjelaskan, semburan merah dari erupsi Anak Krakatau terlihat secara terus-menerus.
Meski ketinggian kolom erupsi tidak dapat diamati, aktivitas tersebut disebut menyerupai fenomena lava fountain yang menghasilkan aliran lava. “Tinggi kolom erupsi tidak teramati, akan tetapi warna merah menyala semburan erupsi terlihat jelas secara menerus,” kata Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangannya, Sabtu, 5 September 2026.
Lana menjelaskan, erupsi selama beberapa jam dan berkaitan dengan aktivitas lava fountain bukan merupakan fenomena tidak lazim pada gunung api. Fenomena tersebut, dapat terjadi sebagai bagian dari proses erupsi lava yang berlangsung secara menerus.
“Fenomena erupsi ini menyerupai ‘lava fountain’ atau lava air mancur yang menghasilkan aliran lava. Erupsi menerus dalam durasi beberapa jam yang berasosiasi dengan erupsi lava air mancur adalah fenomena umum yang sering terjadi,” ujarnya.
Penjelasan Rinci Lava Fountain
Lava fountain adalah fenomena erupsi ketika lava menyembur ke udara seperti air mancur akibat tekanan gas yang terdapat di dalam magma. Fenomena ini, umumnya berkaitan dengan magma basaltik yang memiliki tingkat kekentalan relatif rendah sehingga lava lebih mudah mengalir dan menyembur ke permukaan.
Melansir keterangan PVMBG, lava fountain merupakan lava air mancur yang menghasilkan aliran lava. Erupsi yang berlangsung selama beberapa jam dan berasosiasi dengan aktivitas lava fountain merupakan fenomena yang umum terjadi.
Penjelasan serupa disampaikan pihak United States Geological Survey (USGS). Dalam sejumlah aktivitas vulkanik, lava fountain juga dikenal sebagai bentuk aktivitas eksplosif Hawaii.
Karena, fenomena tersebut banyak ditemukan pada gunung api basaltik seperti Kīlauea di Hawaii. Lava fountain terbentuk, ketika magma bergerak naik menuju permukaan dengan membawa gas terlarut.
Ketika gas tersebut tidak dapat keluar dengan cukup cepat, tekanan yang terbentuk dapat mendorong campuran lava. Dan, gas keluar dari lubang erupsi dalam bentuk semburan.
Fenomena air mancur lava juga tidak hanya ditemukan di Hawaii. Aktivitas serupa dapat terjadi di sejumlah gunung api basaltik lainnya, termasuk Gunung Etna di Sisilia, Italia.
Sementara itu, Britannica menjelaskan lava fountain sebagai fenomena ketika batuan cair atau lava keluar dari lubang erupsi secara terus-menerus. Dan, hal itu membentuk semburan menyerupai air mancur.
Fenomena tersebut lebih sering dikaitkan dengan lava basaltik. Karena, kondisi _lava fountain- itu, karakteristiknya yang relatif lebih cair.
Getaran Erupsi Terasa hingga Rumah Warga
Selain menghasilkan lava fountain, aktivitas Gunung Anak Krakatau juga dirasakan warga dalam bentuk suara dentuman dan getaran. Getaran tersebut dilaporkan cukup kuat hingga membuat pintu dan jendela sejumlah rumah warga bergerak sendiri.
BPBD Banten membagikan rekaman yang memperlihatkan pintu rumah warga bergetar ketika aktivitas erupsi berlangsung. Dalam rekaman lainnya, jendela rumah warga tampak ikut berguncang hingga membuat tirai yang berada di dekatnya bergerak.
Laporan BPBD Banten menyebutkan, getaran akibat aktivitas Anak Krakatau terjadi beberapa kali sejak sekitar pukul 01.00 WIB pada Sabtu dini hari. Getaran kuat juga kembali dilaporkan warga sekitar pukul 07.00 WIB.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....