Fakta-Fakta Abu Anak Krakatau Menyebar hingga Jakarta

  • 06 Sep 2026 10:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, terpantau menyebar hingga wilayah Jakarta setelah gunung api tersebut kembali mengalami erupsi.
  • Berdasarkan informasi, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau
  • Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20.000 ft teramati ke arah Timur Laut-selatan. Mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya

RRI.CO.ID, Jakarta - Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, terpantau menyebar hingga wilayah Jakarta setelah gunung api tersebut kembali mengalami erupsi. Berdasarkan analisis BMKG, sebaran abu vulkanik Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026, membentuk dua klaster.

BMKG mengidentifikasi, pola sebaran tersebut berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Kemudian, Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9.

Data yang diungkap BMKG tersebut, merupakan kondisi yang terpantau hingga pukul 04.00 WIB pada Minggu pagi. “Berdasarkan informasi, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” kata BMKG dalam keterangan resminya, di Jakarta, Minggu, 6 September 2026.

Klaster pertama, BMKG menjelaskan, pergerakan abu vulkanik menuju arah timur laut hingga selatan. Yakni, dengan ketinggian dari permukaan sampai sekitar 20.000 kaki.

“Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20.000 ft teramati ke arah Timur Laut-selatan. Mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya,” ucap BMKG.

Dengan demikian, Jakarta masuk dalam wilayah yang terpantau berada di jalur sebaran abu vulkanik Anak Krakatau. Kondisi ini, menjadi perhatian karena material vulkanik dapat terbawa angin dan menyebar jauh dari lokasi sumber erupsi di kawasan Selat Sunda.

Klaster kedua, BMKG mengatakan, memiliki cakupan sebaran yang lebih tinggi dan bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Pada lapisan atmosfer ini, abu vulkanik terpantau dari permukaan hingga ketinggian mencapai sekitar 50.000 kaki.

Wilayah yang masuk dalam klaster kedua meliputi sebagian Banten dan Lampung hingga Bengkulu. Sebarannya juga mencakup, kawasan Selat Sunda bagian selatan serta wilayah Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.

“Mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan. Serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung dan Banten,” ujar BMKG.

Temuan BMKG tersebut, menunjukkan bahwa abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat menyebar dalam wilayah yang sangat luas. Perbedaan arah sebaran, menunjukkan bahwa pergerakan abu dipengaruhi kondisi atmosfer pada beberapa lapisan ketinggian.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau sendiri masih berlangsung setelah mengalami peningkatan aktivitas vulkanik pada 2026. PVMBG mencatat, status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026.

Badan Geologi sebelumnya melaporkan adanya erupsi menerus Gunung Anak Krakatau pada 5 September 2026. Erupsi tersebut berlangsung selama beberapa jam dan disertai suara gemuruh, dengan fenomena yang menyerupai lava fountain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....