Sempat Turun Hujan di Kalbar, Kemenhut Tetap Perkuat Pengendalian Karhutla

  • 06 Sep 2026 10:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Kalimantan Barat – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Terutama di enam provinsi prioritas, meski hujan mulai turun dan di sebagian wilayah Kalimantan Barat.

Kabiro Humas Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur sebagian wilayah Kalimantan Barat. Hujan terjadi pada 4 September 2026 membantu upaya pembasahan lahan.

“Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya menghilangkan risiko kebakaran karena sejumlah titik panas masih terdeteksi. Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan, masih terdapat hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di sejumlah wilayah,” kata Ristianto dalam keterangannya, Minggu, 6 September 2026.

Data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 mencatat sebanyak 818 hotspot. Dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional pada 4 September 2026 pukul 21.15 WIB kemarin.

Di enam provinsi prioritas, Kalimantan Tengah mencatat jumlah hotspot tertinggi dengan 252 titik. Di susul Sumatera Selatan 165 titik dan Kalimantan Barat sebanyak 124 titik.

Sementara itu, Jambi tercatat 14 titik, Riau 13 titik, dan Kalimantan Selatan empat titik. Ristianto menjelaskan, hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak selalu menunjukkan satu kebakaran.

“Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Karena itu, setiap indikasi tetap harus diverifikasi melalui groundcheck dan pemantauan kondisi aktual di lapangan,” ujarnya.

Kemenhut bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pihak lainnya terus melakukan patroli. Dan juga groundcheck, pemadaman darat, penyekatan api, mopping up, dan pendinginan.

Selain operasi darat, pemerintah juga mengerahkan 53 unit armada udara untuk mendukung pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas. Sebanyak 19 armada digunakan untuk patroli udara dan mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Sedangkan 34 armada lainnya dikerahkan untuk operasi water bombing. Menurutnya, pengerahan armada udara dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Terutama untuk mempercepat pengendalian api di wilayah yang sulit dijangkau melalui operasi darat. Khusus di Kalimantan Barat, hujan yang turun pada 4 September membantu meningkatkan kelembapan dan pembasahan lahan.

“Pada lahan gambut, pemadaman dan pendinginan harus dilakukan secara berulang. Untuk memastikan api bawah permukaan tidak kembali menyala,” kata Ristianto.

Kemenhut juga terus memantau kualitas udara, cuaca, sebaran asap, serta jarak pandang secara terpadu untuk menentukan prioritas operasi. Kemenhut mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap, titik api. Atau indikasi kebakaran agar dapat ditindaklanjuti petugas sedini mungkin.

Pelaporan dapat dilakukan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan pada nomor 021-5704618. Atau WhatsApp +62 8131-00-35000, dan email posko.karhutla@kehutanan.go.id. Nih

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....