Menhut: Titik Panas Turun, Kondisi Karhutla Kalbar Belum Baik
- 03 Sep 2026 20:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kalimantan Barat – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat belum sepenuhnya membaik. Meski jumlah titik panas mengalami penurunan, kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah.
Raja Juli mengatakan, berdasarkan data hingga malam kemarin jumlah titik panas di Kalimantan Barat turun dibandingkan sehari sebelumnya. Pada 31 Agustus tercatat 272 titik panas, kemudian meningkat menjadi 859 titik pada 1 September 2026.
“Namun saat ini kembali turun menjadi 268 titik. Dan penurunan jumlah titik panas tidak serta-merta menunjukkan api telah sepenuhnya padam,” kata Raja Juli di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis, 3 September 2026.
Ia mengatakan kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara dan jarak pandang di sejumlah wilayah, termasuk Pontianak, memburuk akibat kabut asap. “Dan kami pastikan kondisi Kalimantan Barat tidak sedang baik-baik saja,” katanya.
Kementerian Kehutanan bersama BNPB, BMKG, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta berbagai unsur lainnya terus melakukan pemadaman. Dan kini juga terus memasofkan upaya pendinginan di lapangan.
Raja Juli mengatakan terdapat sejumlah langkah yang dilakukan secara terintegrasi. Salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan kelembapan lahan dan mengurangi risiko kebakaran.
Ia menyebut OMC akan dilakukan apabila terdapat potensi awan hujan yang memungkinkan dilakukan penyemaian garam. Langkah tersebut tidak hanya dilakukan di wilayah terdampak karhutla, tetapi juga daerah yang dinilai perlu dijaga kelembapan lahannya.
“Kita tetap ingin melakukan pelembapan dan pembasahan. Serta memastikan kondisi air tanah di daerah tersebut tetap baik sehingga tidak rentan terhadap kebakaran,” ujarnya.
Selain OMC, pemerintah juga mengerahkan helikopter untuk melakukan pengeboman air atau water bombing. Raja Juli menyebut sedikitnya tujuh helikopter telah disiagakan untuk membantu penanganan kebakaran di Kalimantan Barat.
Menurut Raja Juli, personel di lapangan menjadi garda terdepan dalam memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas. Selain upaya pemadaman, ia menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
“Kita mendengar perintah Bapak Presiden sendiri bahwa hukum harus ditegakkan. Jika tidak ada penegakan hukum yang kuat, orang bisa merasa seenaknya membakar lahan,” kata Raja Juli.
Ia menegaskan penegakan hukum harus dilakukan terhadap seluruh pihak yang terbukti melakukan pembakaran. Baik pelaku perorangan maupun korporasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....