Canggih! BRIN Uji Ubi Bombing untuk Pemadaman Karhutla Skala Kecil

  • 06 Sep 2026 04:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BRIN berhasil menguji coba formula ubi bombing pemadam karhutla berbasis tepung singkong dalam skala kecil terbatas.
  • Formula membutuhkan amonium polifosfat sebagai flame retardant guna mengisolasi panas dari bawah tanah lahan gambut.
  • Penyemprotan cairan ubi bombing direncanakan memakai drone dengan asumsi kebutuhan dua ribu liter cairan per hektare.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil menguji coba formula ubi bombing pemadam kebakaran hutan (karhutla) skala terbatas. Hasil riset kimia molekuler tersebut memanfaatkan bahan tepung singkong sebagai pelapis pelindung isolasi panas lahan gambut.

Campuran bahan amonium polifosfat berfungsi mengisolasi titik panas dari bawah tanah agar kobaran api tidak meluas. Pengolesan dispersi cair keruh tersebut terbukti efektif menahan laju penyebaran karhutla pada area uji coba terbatas.

Inovasi pemadaman memerlukan dukungan alat khusus seperti drone untuk menyemprotkan dua ribu liter cairan per hektare. Pasokan amonium polifosfat saat ini masih bergantung pada impor Tiongkok karena belum diproduksi secara dalam negeri.

Periset Kimia Molekuler BRIN Julinton Sianturi memaparkan perkembangan eksperimen teknis pemadaman karhutla menggunakan tepung ubi kayu. “Dalam skala kecil, kami sudah berhasil melakukan percobaan, sedangkan skala besar masih dalam pengujian bersama tersebut,” kata Julinton saat berdialog bersama PRO3 RRI, Sabtu, 5 September 2026

Julinton menerangkan fungsi penting zat kimia amonium polifosfat yang bertindak sebagai penghambat nyala api pada lahan. Karakteristik lahan gambut yang memiliki panas bawah tanah memerlukan formula khusus agar bara api padam total.

“Api dari bawah tanah dapat terhalang lapisan sehingga penyebarannya semakin sedikit dan panas terisolasi,” ujar Julinton.

Pengaplikasian udara dinilai menjadi strategi utama dalam mendistribusikan racikan cairan pemadam ke titik lokasi terisolasi. Peneliti terus menyempurnakan kalkulasi asumsi jumlah kebutuhan bahan baku sebelum memasuki tahap uji coba luas.

Pengembangan teknologi riset lokal diharapkan mampu menekan potensi kehancuran ekosistem hutan akibat ancaman karhutla tahunan. Evaluasi efisiensi biaya produksi terus dimaksimalkan agar inovasi tersebut siap diproduksi secara massal mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....