Kemenko Pangan Uji Model Kedelai Cariu
- 05 Sep 2026 22:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenko Pangan memulai pilot project penanaman kedelai di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor
- Pilot project seluas 25 hektare ditargetkan berkembang menjadi 100 hektare pada 2027
- Petani mendapat dukungan benih unggul, pupuk, pestisida, pompa air, dan traktor
- Gakoptindo disiapkan sebagai off-taker untuk menjamin penyerapan hasil panen kedelai
- Model Cariu ditujukan mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat produksi kedelai nasional
RRI.CO.ID, Bogor - Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) memulai pilot project penanaman kedelai di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor. Program ini menguji model pengembangan kedelai terintegrasi dari budidaya hingga penyerapan hasil panen.
Pilot project tersebut digelar di lahan seluas 25 hektare dan ditargetkan berkembang menjadi 100 hektare pada 2027. Pemerintah melibatkan Kementerian Pertanian, TNI Angkatan Laut, Pemkab Bogor, Pupuk Indonesia, dan Gakoptindo.
Model tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi kedelai. Pemerintah juga menargetkan ketersediaan benih berkualitas untuk mendukung perluasan penanaman pada tahun berikutnya.
Dari sisi produksi, petani mendapat dukungan berbagai sarana budidaya. Dukungan tersebut meliputi benih unggul, pupuk, pestisida, pompa air, hingga traktor.
Sementara dari sisi hilir, pemerintah menyiapkan kepastian penyerapan hasil panen. Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) menjadi mitra off-taker dalam pilot project tersebut.
Hasil panen nantinya dapat dikembangkan kembali sebagai sumber benih. Sebagian lainnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri tahu dan tempe.
Kepastian pasar tersebut diharapkan memberikan jaminan usaha bagi petani kedelai. Petani tidak hanya memperoleh dukungan produksi, tetapi juga memiliki kepastian pemasaran hasil panen.
Pilot project Cariu menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan kedelai impor. Saat ini kebutuhan kedelai nasional masih dipenuhi impor sekitar 95 persen.
Kebutuhan kedelai nasional diproyeksikan meningkat dari 2,79 juta ton pada 2026 menjadi sekitar tiga juta ton pada 2029. Sementara produksi dalam negeri pada 2025 baru sekitar 79 ribu ton.
Kondisi tersebut menunjukkan masih lebarnya kesenjangan antara kebutuhan dan produksi kedelai nasional. Pemerintah mendorong percepatan produksi melalui kolaborasi lintas sektor dan pengembangan kawasan.
Kemenko Pangan berharap model Cariu dapat menjadi pembelajaran bagi wilayah lain. Model tersebut selanjutnya diharapkan dapat direplikasi untuk memperkuat produksi dan kemandirian pangan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....