Erupsi Anak Krakatau Rusak CCTV Pengamatan
- 05 Sep 2026 17:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lontaran material vulkanik merusak CCTV pengamatan, sehingga kamera terakhir merekam erupsi pada pukul 01.01 WIB.
- Erupsi berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi, disertai suara dentuman dan gemuruh dari kawasan gunung.
- Gunung Anak Krakatau berstatus Level III atau Siaga, dengan masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunung.
RRI.CO.ID, Jakarta - Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan mengalami erupsi sejak Jumat, 4 September 2026. Lontaran material vulkanik dalam aktivitas tersebut menyebabkan kamera pengawas atau CCTV mengalami kerusakan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, CCTV terdampak material erupsi. “Kamera CCTV pengamatan di lapangan dilaporkan tidak beroperasi setelah terkena lontaran material vulkanik,” kata Berton dalam keterangan tertulis, Sabtu, 5 September 2026.
CCTV tersebut terakhir merekam aktivitas erupsi pada Sabtu pukul 01.01 WIB. Saat itu, kamera menangkap fenomena lava fountain atau semburan lava pijar.
Erupsi Gunung Anak Krakatau berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga Sabtu, 5 September 2026 pagi. Aktivitas erupsi juga disertai suara dentuman dan gemuruh yang terdengar dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Pasauran.
Berton mengatakan, suara gemuruh tersebut merupakan bagian dari aktivitas erupsi yang masih berlangsung. “Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunung api untuk melihat aktivitas erupsi maupun mengambil gambar atau video,” ujarnya.
Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami satu kali letusan dengan amplitudo 70 milimeter. Durasi letusan tersebut mencapai sekitar enam jam.
Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang di kawasan tersebut. Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga.
PVMBG melalui Badan Geologi Kementerian ESDM merekomendasikan masyarakat tidak mendekati kawasan gunung api. BNPB bersama PVMBG dan BPBD terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat diminta tetap waspada, namun tidak panik terhadap isu tsunami. Kewaspadaan terutama diperlukan masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....