Kemensos Dorong Mahasiswa Ikut Tingkatkan Mutu Layanan Sosial
- 05 Sep 2026 17:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemensos membekali 600 mahasiswa UINSA sebelum diterjunkan ke 81 LKS
- Pembekalan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang standar kelembagaan dan pelayanan sosial
- Mahasiswa mendapat materi pelayanan anak, disabilitas, lansia, Napza, ODHIV, dan korban perdagangan orang
- Mahasiswa didorong mengidentifikasi potensi dan tantangan LKS serta mencari solusi pelayanan
- Kolaborasi Kemensos dan UINSA dilakukan melalui Gerakan Peduli Panti Sosial Bermutu
RRI.CO.ID, Surabaya - Kementerian Sosial membekali 600 mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya sebelum diterjunkan ke 81 LKS. Pembekalan bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai standar kelembagaan dan pelayanan sosial.
Kegiatan berlangsung secara hybrid di Auditorium UINSA, Jumat, 4 September 2026. Program tersebut merupakan kolaborasi Kemensos dan UINSA melalui Gerakan Peduli Panti Sosial Bermutu.
Mahasiswa mendapat pembekalan mengenai standar yang harus dipenuhi Lembaga Kesejahteraan Sosial atau LKS. Materi juga membahas isu dan tantangan pelayanan rehabilitasi sosial bagi kelompok penerima manfaat.
Pembahasan mencakup pelayanan anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, serta korban dan penyintas Napza. Materi lainnya meliputi pelayanan bagi ODHIV, tuna sosial, dan korban perdagangan orang.
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo mengatakan pembekalan menjadi modal mahasiswa sebelum terjun ke lapangan. Mahasiswa didorong memahami kondisi sekaligus menggali potensi dan tantangan pada setiap LKS.
“Pahami kondisi, lihat potensi, identifikasi tantangan. Kemudian bersama-sama mencari solusi,” kata Supomo.
Ia juga meminta mahasiswa menjaga etika selama menjalankan kegiatan. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Pelaksana Tugas Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UINSA Abdul Muhid menyambut baik keterlibatan mahasiswa. Menurutnya, pengalaman langsung di LKS dapat menumbuhkan kepedulian dan semangat kemanusiaan mahasiswa.
“Gerakan Panti Sosial Bermutu ini diharapkan dapat membangkitkan semangat kemanusiaan mahasiswa. Sehingga dapat menumbuhkan semangat kemanusiaan mahasiswa," ujar Abdul Muhid.
Mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga memberikan dampak bagi penerima manfaat. Melalui kolaborasi tersebut, pengetahuan mahasiswa di kampus dipertemukan dengan praktik pelayanan sosial di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....