Mendikdasmen: Dana BOS Dapat Digunakan untuk Perbaiki Kerusakan Ringan Sekolah

  • 05 Sep 2026 07:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat digunakan memperbaiki kerusakan ringan sekolah. Menurutnya, pemanfaatan dana BOS menjadi solusi agar sekolah tidak selalu menunggu program revitalisasi pemerintah pusat.

“Kalau rusaknya kecil, bisa diperbaiki menggunakan dana BOS. Ketentuannya sudah eksplisit untuk operasional dan perbaikan kerusakan kecil,” kata Mu’ti dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah Program Revitalisasi Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran di Jakarta, Jumat, 4 September 2026.

Mu’ti meminta kepala dinas pendidikan dan kepala sekolah memahami ketentuan terbaru mengenai penggunaan dana BOS. Ia menilai masih ada kepala sekolah yang menggunakan pola lama, sehingga terlalu khawatir memanfaatkan anggaran sesuai ketentuan.

“Banyak kepala sekolah masih menggunakan mindset lama dan tidak mempelajari peraturan baru. Akibatnya, mereka serba takut menggunakan anggaran,” ujarnya.

Selain perbaikan ringan, dana BOS kini dapat digunakan membayar tagihan listrik sekolah penerima interactive flat panel (IFP). Mu’ti mengatakan, penambahan perangkat IFP berpotensi meningkatkan beban listrik sehingga perlu dukungan pembiayaan melalui dana BOS.

Ia berharap pemerintah daerah dan satuan pendidikan memahami aturan tersebut agar dana BOS dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung layanan pendidikan. “Konsekuensi pembiayaan akibat bertambahnya IFP di sekolah dimungkinkan dibiayai menggunakan dana BOS,” kata Mu’ti.

Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto mengatakan, pemerintah mempercepat digitalisasi pembelajaran. Pada 2025, sebanyak 288.000 Interactive Flat Panel (IFP) telah didistribusikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

"Pada tahun 2025 juga kita telah mendistribusikan 288.000 IFP (Interactive Flat Panel) yang dibagikan ke seluruh sekolah di Indonesia. Baru satu per sekolah," kata Gogot.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....