Mendikdasmen Pastikan Revitalisasi 100 Ribu Sekolah Berlanjut pada 2027
- 05 Sep 2026 06:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah memastikan program revitalisasi satuan pendidikan berlanjut pada 2027 dengan target 100 ribu sekolah.
- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, revitalisasi memprioritaskan sekolah terdampak bencana dan wilayah 3T.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memastikan program revitalisasi satuan pendidikan berlanjut pada 2027 dengan target 100 ribu sekolah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, revitalisasi memprioritaskan sekolah terdampak bencana dan wilayah 3T.
Menurutnya, sekolah yang belum menyelesaikan revitalisasi pada 2026 juga menjadi sasaran program tahun depan. “Tahun 2027 Pak Presiden beberapa kali menyampaikan akan mengalokasikan anggaran untuk 100.000 satuan pendidikan,” kata Mu’ti dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah pada Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran di Jakarta, Jumat, 4 September 2026.
Mu’ti mengatakan program revitalisasi 2027 masih menggunakan skema swakelola yang dilaksanakan langsung satuan pendidikan. Skema tersebut tidak melibatkan kontraktor, sehingga pengerjaan dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat sekitar.
Menurut Mu’ti, skema swakelola juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar sekolah. Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan swakelola menghadapi tantangan, terutama kemampuan manajemen anggaran kepala sekolah.
Mu’ti meminta pemerintah daerah dan dinas pendidikan memberikan pendampingan serta pengawasan selama program berjalan. Ia menegaskan persoalan dalam pelaksanaan revitalisasi tidak menjadi alasan untuk mengalihkan pekerjaan kepada pihak ketiga.
“Solusinya bukan kemudian dialihkan kepada pihak ketiga. Tetapi kami mengharapkan kepala dinas dan kepala daerah memberikan dukungan,” ujar Mu’ti.
Mu’ti berharap dukungan pemerintah daerah dapat memastikan revitalisasi sekolah berjalan sesuai ketentuan. Sekaligus memberikan manfaat bagi satuan pendidikan.
Dalam laporannya, Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto mengatakan, sepanjang 2025 sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi dengan anggaran mencapai Rp16,9 triliun. Hasil revitalisasi tersebut telah dimanfaatkan sekitar 4,23 juta peserta didik.
Menurutnya, berdasarkan data Dapodik, masih terdapat banyak satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana.vData pada akhir 2025 menunjukkan terdapat sekitar 203.000 sekolah yang memiliki ruang kelas atau ruang lainnya dalam kondisi rusak sedang dan rusak berat.
Menurutnya, proses verifikasi dan validasi terhadap sekolah yang menjadi sasaran revitalisasi terus dilakukan. Hingga saat ini, sekitar 62.000 satuan pendidikan telah terverifikasi dan tervalidasi.
"Sampai akhir 2026 InsyaAllah kita sudah punya daftar yang siap untuk di-PKS-kan. Sehingga di akhir 2026 kita selesaikan 51.000 sesuai yang diperintahkan," kata Gogot.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....