BMKG Catat 11.630 Gempa Susulan di NTT, 168 Kali Dirasakan Warga
- 03 Sep 2026 09:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hingga hari ini, Kamis, 3 September 2026, pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 11.630 gempa susulan mengguncang wilayah NTT.
- BMKG mengatakan, rentetan guncangan diperkirakan akan terus meluruh secara bertahap hingga sekitar empat pekan setelah gempa utama.
- Dari total tersebut, sebanyak 168 kali gempa susulan dirasakan oleh masyarakat
RRI.CO.ID, Jakarta - BMKG mencatat, gempa bumi susulan di NTT terus bertambah setelah gempa utama magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Hingga hari ini, Kamis, 3 September 2026, pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 11.630 gempa susulan mengguncang wilayah NTT.
BMKG mengatakan, rentetan guncangan diperkirakan akan terus meluruh secara bertahap hingga sekitar empat pekan setelah gempa utama. “Pembaruan data gempa bumi susulan hingga tanggal 3 September 2026 pukul 05.00 WIB, total mencapai 11.630 kali,” kata BMKG melalui akun @infoBMKG, Kamis, 3 September 2026.
Dari ribuan gempa susulan yang tercatat, BMKG mendata kekuatan terbesar mencapai magnitudo 6,2. Sementara gempa susulan dengan kekuatan paling kecil yang berhasil tercatat berada pada magnitudo 0,6.
BMKG juga mencatat sebanyak 36 gempa susulan memiliki kekuatan magnitudo di atas 5,0. Dari keseluruhan aktivitas gempa susulan tersebut, sebanyak 168 kejadian dilaporkan dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Dari total tersebut, sebanyak 168 kali gempa susulan dirasakan oleh masyarakat,” ucap BMKG. Aktivitas seismik di NTT, BMKG menuturkan, masih terjadi setelah pembaruan data tersebut.
Berdasarkan informasi BMKG, gempa kembali mengguncang wilayah NTT pada Kamis pagi dengan kekuatan magnitudo 3,1. Gempa tersebut terjadi pada pukul 07.57 WIB dengan lokasi pusat gempa berada di kedalaman relatif dangkal, yakni 10 kilometer.
BMKG mencatat, pusat gempa berada pada koordinat 8,4 Lintang Selatan (LS) dan 121,33 Bujur Timur (BT). Rangkaian gempa tersebut merupakan bagian dari aktivitas susulan setelah gempa utama magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026.
BMKG memastikan, terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas gempa di wilayah NTT dan memperbarui data berdasarkan hasil pencatatan terbaru. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....