LPDP Buka Peluang Studi Lanjut bagi Guru SMK

  • 01 Sep 2026 17:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Program magang guru SMK ke Jerman juga membuka peluang pengembangan pendidikan lanjutan melalui beasiswa LPDP. Kepala Divisi Kerja Sama dan Pengembangan Beasiswa LPDP Agam Bayu Suryanto mengatakan, peserta dapat kembali berkompetisi memperoleh beasiswa pendidikan.

“Yang masih S1, nanti kalau pulang dari magang, silakan kalau mau ambil studi lanjut S2. Jadi bisa berkesempatan untuk ikut berkompetisi seleksi beasiswa S2 LPDP,” kata Agam dalam acara Pelepasan Guru SMK Program Magang Luar Negeri Tahun 2026, di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Ia menjelaskan, peserta yang telah menyelesaikan S2 juga berkesempatan mengikuti seleksi beasiswa LPDP untuk jenjang S3. Menurut Agam, program magang tersebut telah melalui proses due diligence sebelum akhirnya disetujui jajaran Direksi LPDP.

LPDP juga memberikan dukungan biaya hidup sekitar 1.400 euro atau sekitar Rp 28 juta per bulan selama peserta menjalani program di Jerman. untuk setiap peserta. Biaya tersebut mencakup biaya akomodasi, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari selama magang.

“Masing-masing selama tiga bulan, nanti ditotal, dikali tiga, lumayan Bapak dan Ibu sekalian ya, sekitar 80 jutaan. Gunakan semaksimal mungkin untuk menjaga kesehatan,” kata Agam.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, pengalaman tiga bulan di Jerman harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas jejaring. “Tiga bulan itu terlalu singkat, tetapi saya kira akan punya makna besar,” ujar Mu’ti.

Mu’ti menyebut peluang studi lanjut dapat menjadi bagian dari pengembangan profesional guru setelah mengikuti program tersebut. “Upaya untuk meningkatkan kemampuan para guru SMK ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya kami mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,”katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menilai program ini penting untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan profesional guru. Ia berharap peserta membawa pengalaman, gagasan, dan inovasi dari Jerman untuk diterapkan di sekolah masing-masing.

Tatang juga mendorong semakin banyak guru memperoleh kesempatan magang di luar negeri melalui kerja sama dengan berbagai mitra internasional. Menurutnya, program ini sangat penting untuk memastikan keberkerjaan lulusan SMK bisa lebih baik.

“Tentu keberangkatan Ibu dan Bapak guru ke Jerman membawa misi penting, pertama meningkatkan kompetensi, wawasan profesional. Sekaligus pengalaman belajar dan praktik bagaimana di dunia pendidikan dan juga di dunia industri,” ujar Tatang.

Total, 50 guru akan berangkat ke Jerman dan melaksanakan magang setelah melalui proses seleksi selama kurang lebih dua bulan. Sebanyak 16 guru akan magang di FESTO dan 34 guru lainnya akan melaksanakan magang di Dresden University of Technology.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....