Pemerintah Dorong Kolaborasi Hunian Layak melalui Program Rumah Cahaya
- 01 Sep 2026 14:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah meluncurkan Program Rumah Cahaya sebagai bentuk penghargaan hunian layak kepada para pahlawan dan masyarakat berjasa.
- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menekankan bahwa pemerintah memerlukan kolaborasi dalam memenuhi kebutuhan perumahan sekaligus memberikan penghargaan.
- Program ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang telah berjasa melalui penyediaan hunian berkualitas.
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah mendorong kolaborasi penyediaan hunian layak sekaligus penghargaan bagi masyarakat berjasa. Program Rumah Cahaya menjadi salah satu bentuk kepedulian tersebut melalui pemberian hunian kepada para pahlawan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi kolaborasi dalam menghadirkan Rumah Cahaya bagi para penerima manfaat. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memenuhi kebutuhan perumahan sekaligus memberikan penghargaan kepada masyarakat yang berjasa.
“Saya sebagai Menteri Perumahan sangat senang melihat kolaborasi ini bisa menjadi wujud nyata perhatian kita kepada para pahlawan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Menteri Ara dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 September 2026.
Ia menilai pemberian hunian kepada para pahlawan dan keluarga berjasa merupakan bentuk kehadiran negara. Menteri Ara berharap rumah tersebut tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga penghormatan atas perjuangan yang telah diberikan.
Menurut Maruarar, kolaborasi tersebut menunjukkan pembangunan perumahan dapat melibatkan pemerintah, perbankan, yayasan, dunia usaha, serta masyarakat. Kerja bersama, lanjutnya, diperlukan agar penyediaan hunian layak sekaligus penghargaan kepada para penerima dapat terus diperluas.
Program Rumah Cahaya ini ditujukan kepada masyarakat yang telah memberikan kontribusi dan jasa bagi bangsa. Penerimanya mencakup veteran, mantan atlet yang pernah mengharumkan nama Indonesia, serta keluarga para pahlawan.
Program tersebut merupakan kolaborasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dengan Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesiaemas (PHSI). Pada tahap awal, sebanyak 30 unit Rumah Cahaya dibangun di Serang, Banten.
Sementara itu, Direktur Utama BTN mengatakan gagasan Rumah Cahaya bermula dari diskusi bersama Yayasan PHSI. Ia mengungkapkan pembahasan tersebut berangkat dari perhatian terhadap para pahlawan setelah masa pengabdian mereka kepada negara berakhir.
Menurutnya, penghargaan kepada mereka perlu diwujudkan dalam bentuk yang nyata dan bermanfaat. Rumah Cahaya kemudian dihadirkan bukan hanya sebagai hunian layak, tetapi pengingat atas perjuangan penerimanya.
“Yang kami berikan tidak sebanding dengan apa yang Bapak dan Ibu berikan bagi negara. Hari ini bukan hanya kami serahkan kunci rumah, tetapi juga Sertifikat Hak Milik,” ujarnya.
Sementara, Ketua Yayasan PHSI Sofia Koswara mengatakan rumah memiliki arti penting bagi sebuah keluarga dalam menjalani kehidupannya. Karena itu, Rumah Cahaya diharapkan menjadi bentuk penghargaan sekaligus kebanggaan bagi penerimanya.
Pengembangan program tersebut juga terus disiapkan setelah pembangunan tahap awal sebanyak 30 unit di Serang. Saat ini, tambahan 42 unit rumah telah disiapkan dengan rencana pengembangan hingga 300 unit.
Di sisi lain, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menilai penyediaan hunian layak masih menjadi pekerjaan besar. Jutaan masyarakat Indonesia disebut belum memiliki rumah, sementara sebagian lainnya masih menempati hunian tidak layak.
Hashim menilai perhatian juga perlu diberikan kepada mereka yang berjasa dan berkorban untuk bangsa. Hal tersebut termasuk keluarga petugas yang gugur ketika menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Kita masih punya tugas yang banyak untuk mencari dan membantu pahlawan-pahlawan yang telah berjasa bagi negara. Bukan hanya veteran dan atlet, tetapi juga mereka yang gugur dalam menjalankan tugas,” kata Hashim.
Ia menyebut petugas pemadam kebakaran dan petugas karhutla termasuk kelompok yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Hashim juga menekankan pentingnya kehadiran negara bagi keluarga petugas yang gugur saat menjalankan tugas.
Keberlanjutan Rumah Cahaya diharapkan memperluas manfaat hunian layak sekaligus menjaga penghormatan terhadap jasa para penerimanya. Kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam pengembangan program tersebut ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....