BMKG Ungkap Potensi Cuaca Ekstrem Hari Ini, Padang jadi Sorotan
- 01 Sep 2026 10:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BMKG mengeluarkan, peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
- Dari sejumlah kota besar yang dipantau BMKG, Padang menjadi wilayah yang diprakirakan berpotensi mengalami cuaca ekstrem.
- Secara umum daerah konvergensi terbentuk (seperti di wilayah) perairan barat Aceh, perairan barat Sumatra Utara, pesisir barat Sumatra Barat,
RRI.CO.ID, Jakarta - BMKG mengeluarkan, peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Cuaca ekstrem itu, potensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada hari ini, Selasa, 1 September 2026.
Dari sejumlah kota besar yang dipantau BMKG, Padang menjadi wilayah yang diprakirakan berpotensi mengalami cuaca ekstrem. Yakni, dilanda hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang.
Prakirawan BMKG, Selly Brilian menjelaskan, kondisi atmosfer saat ini mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di beberapa kawasan.
Daerah konvergensi tersebut terpantau berada di wilayah:
• Perairan barat Aceh
• Perairan barat Sumatra Utara
• Pesisir barat Sumatra Barat
• Wilayah Sumatra Utara
• Sumatra Selatan
• Riau
• Jawa Timur
• Jawa Tengah
• Laut Jawa
• Selat Karimata
• Laut Natuna
• Kalimantan Tengah
• Kalimantan Barat
• Kalimantan Timur
• Selat Makassar bagian selatan
• Sulawesi Tenggara
• Sulawesi Barat.
Kondisi tersebut, BMKG menjelaskan, dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilalui daerah konvergensi maupun konfluensi. "Secara umum daerah konvergensi terbentuk (seperti di wilayah) perairan barat Aceh, perairan barat Sumatra Utara, pesisir barat Sumatra Barat," kata Selly dalam keterangannya dikutip dari laman resmi BMKG, Selasa, 1 September 2026.
Sementara itu, BMKG menuturkan, sejumlah kota besar lainnya diprakirakan berada dalam kondisi berawan. Wilayah tersebut meliputi:
• Banda Aceh
• Jambi
• Pangkal Pinang
• Palembang
• Jakarta
• Serang
• Bandung
• Semarang
• Surabaya
• Samarinda
• Denpasar
• Kupang
• Makassar
• Gorontalo
• Manado
• Ternate
• Sorong
• Merauke.
Kondisi cuaca tersebut menjadi perhatian BMKG, karena pertumbuhan awan hujan dapat meningkat di sepanjang daerah yang mengalami konvergensi atau konfluensi. Masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat, petir, dan angin kencang diimbau tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca dari BMKG.
Di sisi lain, kondisi cuaca yang berbeda terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sehari sebelumnya, BMKG menetapkan sembilan dari 10 kabupaten/kota di NTB berada pada status awas kekeringan meteorologis.
"Hanya Kota Mataram yang saat ini belum masuk status awas kekeringan karena masih level siaga. Sedangkan sembilan daerah lainnya sudah berada di level awas kekeringan meteorologis," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini di Mataram, Senin, 31 Agustus 2026.
Sembilan wilayah yang masuk kategori awas kekeringan meteorologis tersebut terdiri atas:
• Kabupaten Lombok Barat
• Lombok Tengah
• Lombok Timur
• Lombok Utara
• Sumbawa Barat
• Sumbawa
• Dompu
• Bima
• Kota Bima.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....