Menhut Tinjau Penanganan Karhutla di Ogan Ilir Sumatra Selatan
- 01 Sep 2026 08:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Peninjauan dilakukan bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru untuk memastikan koordinasi penanganan bencana yang efektif.
- Menteri Kehutanan Raja Antoni melakukan peninjauan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Desa Ibul Besar 1, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan pada Senin, 31 Agustus 2026.
- Asap kebakaran hutan terlihat jelas dari Tol Kapal Betung KM 366, menunjukkan intensitas kebakaran yang signifikan di wilayah tersebut.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan, Senin, 31 Agustus 2026. Peninjauan dilakukan di Desa Ibul Besar 1, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.
Asap karhutla sendiri terlihat dari ruas Tol Kapal Betung KM 366 saat Menhut Raja Antoni meninjau lokasi. Pengecekkan dilakukan bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru.
Saat peninjauan, pemadaman dilakukan melalui cara water bombing. Sementara di darat pemadaman dilakukan oleh Manggala Agni Kementerian Kehutanan Daops Sumatra XIV-Banyuasin, TNI Polri, BNPB.
Sebelumnya, dalam rakor penanganan karhutla di Palembang, Menhut Raja Antoni meminta peluang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dimaksimalkan. Ia menyebut, OMC menjadi salah satu upaya bersama water bombing dan pasukan darat dalam menangani Karhutla.
“Karena bagaimanapun yang paling efektif ini memang OMC, Operasi Modifikasi Cuaca. Dimanapun ada potensi awan dimaksimalkan,” kata Menhut Raja Antoni.
Berdasarkan laporan BMKG, di Sumatra Selatan sendiri, hari ini hingga tanggal 3 September memiliki potensi titik awan. Oleh karena itu, Menhut Raja Antoni meminta agar OMC dilakukan.
Ia juga memastikan agar operasional bandara tetap dibuka dari pagi hingga malam hari. Hal ini agar proses OMC dari potensi awan yang ada dapat dilakukan kapanpun.
Menhut mengatakan penguatan pasukan juga dilakukan Kementerian Kehutanan melalui BKO sekitar 1.000 orang lebih. Penambahan tersebut diharapkan dapat membantu pekerjaan pendukung di lapangan sekaligus mengantisipasi kelelahan pasukan yang bertugas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....