Rumah Tahanan Cipinang Budidayakan Ratusan Ayam Petelur untuk Warga Binaan
- 31 Agt 2026 21:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Rutan Kelas I Cipinang mengembangkan budidaya 500 ayam petelur sebagai program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
- Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan, kedisiplinan, dan tanggung jawab warga binaan sebagai persiapan kembali ke masyarakat.
- Kepala Rutan, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra, menyatakan program memberikan keterampilan bermanfaat untuk kemandirian dan produktivitas di masa depan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Rutan Kelas I Cipinang mengembangkan budidaya 500 ayam petelur sebagai program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Program tersebut diharapkan meningkatkan keterampilan, kedisiplinan, dan tanggung jawab warga binaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Rutan Kelas I Cipinang, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra, menyebut program tersebut memberikan keterampilan bermanfaat. Keterampilan itu diharapkan menjadi bekal warga binaan untuk mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Melalui Bimgiat, warga binaan mendapat kesempatan mempelajari keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat. Program ini tidak sekadar mengisi kegiatan pembinaan, tetapi juga mendorong warga binaan menjadi lebih mandiri,” kata I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.
Agus mengatakan warga binaan terlibat langsung dalam pemeliharaan ayam petelur, mulai pemberian pakan hingga pemantauan kesehatan ternak. Mereka juga bertugas membersihkan kandang dan memanen telur sebagai bagian dari pembinaan keterampilan serta kemandirian.
“Setiap tahapan budidaya ayam petelur mendapat pendampingan pembina Bimgiat agar pemeliharaan berjalan baik dan terarah. Pendampingan tersebut sekaligus menjadi proses pembelajaran bagi warga binaan untuk meningkatkan keterampilan dan tanggung jawab,” ujar Agus.
Menurut Agus, keterlibatan warga binaan dalam budidaya ayam petelur diharapkan membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan keterampilan kerja. Hasil budidaya juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan internal Rutan, terutama asupan protein warga binaan.
Agus berharap budidaya ayam petelur terus dikembangkan sebagai sarana pembinaan kemandirian warga binaan. Keterampilan tersebut diharapkan dapat diterapkan warga binaan setelah kembali berkumpul bersama keluarga dan beraktivitas di masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....