Presiden Puji Muktamar ke-35 NU: Beda Pilihan, Kompetisi Sehat, Tetap Rukun
- 31 Agt 2026 19:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto memuji pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung dengan damai, guyub, dan rukun di Jombang, Jawa Timur.
- Presiden menilai NU telah menunjukkan bahwa perbedaan pilihan dan kompetisi dalam organisasi dapat berlangsung secara sehat tanpa mengorbankan persatuan.
- Pidato penutupan Muktamar NU ke-35 disampaikan Presiden Prabowo pada Senin, 31 Agustus 2026, menekankan pentingnya menerima perbedaan dan kompetisi yang sehat.
RRI.CO.ID, Jombang - Presiden Prabowo Subianto memuji pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung dengan damai dan rukun. Presiden menilai NU telah menunjukkan bahwa perbedaan pilihan dan kompetisi dalam organisasi dapat berlangsung secara sehat.
"Selamat atas berjalannya muktamar dengan sukses, dengan guyub, dengan rukun. Kita terima perbedaan, kita terima kompetisi yang sehat," ujar Presiden Prabowo saat memberikan pidato pada penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut Presiden, pelaksanaan Muktamar ke-35 NU dapat menjadi contoh bagi organisasi maupun masyarakat dalam menyikapi perbedaan. Ia menilai perbedaan tidak harus berujung pada perpecahan selama prosesnya dijalankan dengan baik.
"Saya kira NU memberi contoh bagaimana suatu organisasi yang anggotanya puluhan juta, pesantrennya ribuan, kiainya puluhan ribu. Tapi bisa melaksanakan muktamar dengan sukses, dengan damai, dengan rukun," kata Presiden.
| Baca juga: Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031 |
Kepala Negara mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu hal penting yang ingin disampaikannya. Menurutnya, sikap guyub dan rukun menjadi kekuatan dalam menjalankan organisasi dengan jumlah anggota yang besar.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pimpinan NU yang terpilih. Presiden berharap NU terus memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.
Muktamar ke-35 NU sebelumnya menetapkan Miftachul Akhyar kembali sebagai Rais Aam PBNU untuk masa khidmah 2026-2031. Sementara Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU periode yang sama.
"Saya kira itu yang paling penting yang saya sampaikan, selamat atas terlaksananya Muktamar ke-35. Negara, bangsa, dan umat menunggu dharma bakti NU di hari-hari, bulan-bulan dan tahun-tahun yang akan datang," kata Presiden.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....