Menaker Tekankan Sertifikasi Kompetensi Harus Diakui Industri

  • 31 Agt 2026 18:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja
  • Sertifikasi dinilai perlu memiliki pengakuan dari industri, termasuk di tingkat internasional
  • Menurutnya, kebutuhan kompetensi tenaga kerja terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Sertifikasi dinilai perlu memiliki pengakuan dari industri, termasuk di tingkat internasional.

“Jangan sampai kita hanya memiliki sertifikasi, tetapi sertifikasi itu tidak diakui oleh industri. Karena itu, kompetensi dan sertifikasinya harus mendapatkan recognition, bahkan kalau bisa sampai di tingkat internasional,” kata Yassierli, Senin, 31 Agustus 2026.

Menurutnya, kebutuhan kompetensi tenaga kerja terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi. Perubahan tersebut antara lain dipengaruhi kecerdasan artifisial (AI), otomasi, serta transisi menuju ekonomi hijau.

Karena itu, pengembangan keterampilan tenaga kerja perlu terus disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Langkah tersebut diperlukan agar kompetensi pekerja tetap relevan dengan perubahan dunia kerja.

Yassierli juga mengharapkan perusahaan mengembangkan pusat pelatihan menjadi Center of Excellence atau pusat keunggulan pada bidang kompetensi tertentu. Pengalaman, teknologi, dan tenaga ahli yang dimiliki industri dinilai dapat mendukung pengembangan pusat tersebut.

“Kalau seseorang magang di perusahaan yang menjadi Center of Excellence. Harapannya kompetensinya diakui oleh perusahaan lain di industri yang sama,” ujarnya.

Menurut Yassierli, program pemagangan juga perlu menghasilkan kompetensi yang terukur dan tidak hanya memberikan pengalaman kerja. Kompetensi peserta diharapkan sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan industri.

Ia juga menilai perusahaan perlu mengambil peran dalam mempersiapkan keterampilan masa depan atau future skills melalui program pelatihan dan pemagangan. Keterlibatan industri diperlukan agar pengembangan tenaga kerja dapat mengikuti perubahan kebutuhan pasar kerja.

“Industri tidak hanya menjadi pengguna tenaga kerja, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menyiapkan kompetensi tenaga kerja untuk menghadapi kebutuhan masa depan. Kita ingin perusahaan semakin aktif menjadi bagian dari penyiapan future skills,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....